Mohon tunggu...
Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Mohon Tunggu... Guru - Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Guru SDM Branjang (Juli 2005-April 2022), SDN Karanganom II (Mei 2022-sekarang) Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengenal Habibie dari Pelajaran IPS Masa SD

11 September 2019   23:33 Diperbarui: 11 September 2019   23:42 212
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar: tribunnews.com

Mengenal nama BJ Habibie ketika masih SD. Dalam pelajaran IPS pasti ada materi tentang nama- nama menteri yang namanya hampir di setiap susunan Kabinet ada dalam daftar. Termasuk nama BJ Habibie.\

Beliau menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi sejak Kabinet III sampai Kabinet VI ---31 Maret 1978- 14 Mei 1998). Selama 20 tahun beliau membawahi kemenristek masa Orde Baru.

Saya ingat cerita dari guru SD saya dulu, BJ Habibie itu pintar, bisa membuat pesawat. Kami begitu takjub. Orang Indonesia bisa membuat pesawat! 

Sedangkan dulu waktu kecil, kami bisa membuat pesawat mainan dan bisa terbang saja senangnya minta ampun. Apalagi kalau bisa membuat pesawat terbang!

Buku paket pelajaran yang jarang ganti, karena kurikulum juga jarang ganti, ada teks tentang pesawat buatan anak negeri. N 250 Gatot Kaca yang diproduksi oleh IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) yang kini jadi PT Dirgantara Indonesia. Semangat sekali ketika menghafalkan materi pelajaran itu. 

Kepandaian dalam membuat pesawat juga diangkat dalam film kartun Adit Sopo Jarwo. 


Ada banyak hal yang bisa menginspirasi dari sosok yang akrab disapa Eyang Habibie ini. Kesetiaan pada negaranya sangat luar biasa. Beliau mengajarkan bahwa bakti kepada negeri adalah segalanya. 

Sampai akhir hayatnya beliau adalah warga negara Indonesia. Meski sebelumnya ada rasa kecewa atas penghentian proyek pembuatan pesawat yang sudah disempurnakan rancangannya.

Selain itu beliau juga mengajarkan untuk selalu menyeimbangkan antara agama dan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Beliau menjadi Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) pertama periode 1990- 1995. ICMI sendiri didirikan berawal dari diskusi kecil di bulan Februari 1990 di masjid kampus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Sekelompok mahasiswa merasa prihatin dengan kondisi kurangnya persatuan para cendekiawan muslim. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun