Mohon tunggu...
YULIANUS JOKO KRISTIANTO
YULIANUS JOKO KRISTIANTO Mohon Tunggu... Guru - Guru

Menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Mengolah Waktu

27 November 2023   14:52 Diperbarui: 28 November 2023   14:16 73
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Tak tau apa dan bagaimana hidup ini

Tersadar haus dan lapar yang  tersedia asi

Terasa lemah, menangis, sakit, memecah sunyi

Waktu membawa perlahan kepada kesadaran diri

Tertidur, tengkurap, merangkak, lalu berdiri ingin berlari

Namun raga belum kuat  terus berjuang menapaki waktu dalam hari!

Waktu sudah enam tahun  menemani diri bersama hari

Bersama  alam, orang tua, teman, menempa diri

Terasa hari hari  akan  ada beban menanti

Diri sudah tersadar bahwa ada niat hati

Maka bersama hari belajar meniti


Detik hingga tahun terus berganti

Terasa jiwa sudah menikmati pahitnya hari

Hamparan waktu waktu yang ada terus ternikmati

Diri berjuang demi  harapan untuk  hidup yang berperi

Pagi, siang, sore dan malam terus diolah untuk menjadi banyak arti

Namun sawah, ladang, bukit, lereng gunung kian liar untuk di lewati!

Lima belas tahun berlalu  sudah manis, pahit, getir asam mengikuti

Bersama duka, tangis, kenyang lapar selalu menemani

Seolah diri terhampar dalam harapan penuh duri

Namun mengolah waktu, menyangkal diri

Harus ditemani sampai senja nanti

Congratulations bagi para sahabat kompasioner yang mendapat Award

Senin. 27 November 2023


Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun