Mohon tunggu...
Joko Ade Nursiyono
Joko Ade Nursiyono Mohon Tunggu... ASN di Badan Pusat Statistik

Penulis buku "Kompas Teknik Pengambilan Sampel", "Pengantar Statistika Dasar", dan "Kalkulus Dasar"

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Gula Anda Dikerumuni Kawanan Semut? Ini Cara Memisahkannya

28 September 2016   13:25 Diperbarui: 28 September 2016   13:34 4168 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gula Anda Dikerumuni Kawanan Semut? Ini Cara Memisahkannya
Buah Pala, sumber: okezonepost.blogspot.com

Kali ini kita ngobrol santai saja, saya akan menceritakan sedikit cerita unik saya beberapa hari yang lalu. Di pagi hari yang cerah, tak nikmat rasanya kalau saya tak menyeduh kopi hangat. Saya bukan maniak kopi, sukanya hanya sekadar saja, tak berlebihan, mau sih, tapi tidak banyak. Sebab, kopi sangat bermanfaat bagi saya setiap melakukan aktivitas. Kehadiran secangkir kopi memang begitu penting, sebab kopi adalah penambah semangat saya. Apalagi saat saya menulis, hehe...sehabis menulis panjang lebar, acapkali kantuk menerpa wajah dan membuat mata terpejam-pejam, sliut-sliut kata orang Jawa, hehe.

Saya menyeduh kopi dengan kualitas yang mantab. Warnanya hitam dan tentu berkhasiat meningkatkan daya konsentrasi saya ketika menulis dan beraktivitas. Nggak ngantuk gitu lho. Saya siapkan sebuah cangkir dan kopi bubuk yang baunya harum. Maklum, kopi Indonesia memang khas rasanya. Tapi, saya dibuat jengkel saat saya akan mengambil dua sendok gula di toples. Tanpa saya sadari, semut mungil dengan feromon yang bauh apeg, entah kenapa kok spesies semut ini baunya apeg. 

Semut-semut kecil itu mengerubungi gula di toples. Saya pun kewalahan bagaimana caranya memisahkan antara semut dan gulanya. Awalnya sih, saya taruh toples saya terbuka di terik matahari sehingga semutnya kepanasan dan keluar dari toples, tetapi cara saya ini ternyata tidak efektif. Duh!.

Tak kekurangan akal, akhirnya saya searching mbah Gug Girl tentang bagaimana caranya memisahkan gula yang dikerumuni oleh semut yang susah dipisahkan. Ternyata mudah! Untuk mengusir para koloni atau kawanan semut minggat dari toples sehingga bersih, cukup dengan menaruh 2 sampai 3 butir cengkih di dalam toples. Menurut penelitian sih, semut itu tidak suka dengan bau cengkih. Ya...meskipun saya masih bertanya-tanya lagi sebab di desa saya punya pohon cengkih, tetapi di pohon-pohon dan bunga cengkih masih saja dikerumunin semut. Tetapi, itulah jawaban mbah Gug Girl.

Bauh cengkih memang menyengat sehingga tidak semua orang suka dengan bau cengkih, apalagi kondisinya sudah dikeringkan. Cengkih mengeluarkan aroma yang menyengat sekali. Untuk itu, saya mencoba bertanya kepada penduduk sekitar tempat tinggal saya. Ternyata eh ternyata, kulit buah Pala juga bermanfaat untuk mengusir semut seperti cengkih juga lho. Pohon Pala merupakan komoditas pertanian yang dapat kita temui dengan Maluku Utara, terutama Halmahera Utara. 

Dari sana, saya mempunyai pemikiran ilmiah, bagaimana kalau kulit pala itu diolah sedemikian rupa sehingga menjadi kapur pengusir semut alami. Cuma...saya tidak mempunyai kapasitas bagaimana alur kimia tatacara mengubah kandungan Pala tersebut menjadi sebuah produk, hehe...ya sudah lah, ndak apa-apa. Intinya, bila di rumah Anda, kalau Anda susah memisahkan gula di dalam toples karena dikerumuni semut kecil, Anda dapat menaruh kulit pala atau cengkih dalam toples gula Anda untuk memisahkannya dari semut.

Demikian Tips dari saya, hehe...

Salam Kompasiana, yuhuuu...

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x