Mohon tunggu...
jimbo pls
jimbo pls Mohon Tunggu... mahasiswa

mahasiswa laki-laki berumur 21 tahun

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Maraknya Cyberbullying pada Era Globalisasi di Indonesia

15 Oktober 2019   23:15 Diperbarui: 15 Oktober 2019   23:18 0 0 0 Mohon Tunggu...

Cyberbullying dapat diartikan sebagai bentuk apapun dari penyiksaan, ancaman, pelecehan, atau penghinaan yang dilakukan oleh anak-anak atau remaja terhadap korban di bawah umurnya secara online seperti media sosial atau bentuk media online lainnya. Jika orang dewasa terlibat maka dinamakan Cyber-harassment atau cyberstalking.

Siapa yang tidak memiliki akses pada media sosial atau internet pada era globalisasi ini, data survey dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari separuh penduduk Indonesia (54,68%) atau sebesar 143,26 juta dari total jumlah penduduk sebesar 262 juta jiwa, terlebih lagi pada segmen umur, sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono menyebut usia 15-19 tahun mempunyai penetrasi internet paling tinggi sebesar 91% (Jakarta, Rabu 15/5/2019).

Perolehan data dari UNICEF pada tahun 2016 menunjukkan bahwa sebanyak 41 sampai 50 persen remaja di Indonesia dalam rentang usia 13-15 tahun telah menjadi korban tindakan cyberbullying. Menurut Bullying.co.uk, Cyberbullying memiliki dampak psikologis terhadap korban di antara lainnya: membuat korban tidak percaya diri, menarik diri dari lingkungan sosial, menutup akses sosial media dari keluarga dan kerabat, menghabiskan waktu sendirian, menghilang dari aktivitas sosial, dan perubahan kepribadian. Cyberbullying tidak bisa dianggap ringan, Yoga Cahyadi, laki-laki berumur 36 tahun asal Yogyakarta nekat menabrakkan dirinya pada kereta yang melintas, penyebab kematian pria ini diduga merupakan cyberbullying, tweet terakhir Yoga pada akun pribadinya berkata "Trimakasih atas sgala caci maki @lockstockfest2..ini gerakan..gerakan menuju Tuhan..salam".

Hal ini menjadi kekhawatiran yang sangat tidak bisa dianggap remeh, mengingat bahwa pertumbuhan teknologi yang semakin pesat dan akses yang sangat mudah pada sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lainnya, juga berarti lebih mudahnya akses tindakan cyberbullying bagi mereka yang tidak memiliki belas kasihan. Semua kembali pada kesadaran masyarakat Indonesia untuk lebih peduli pada apa yang mereka posting atau sampaikan di sosial media ataupun platform online lainnya, berharap tidak adanya korban jiwa karena tindakan cyberbullying lagi.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x