Mohon tunggu...
Kristian Suryo
Kristian Suryo Mohon Tunggu... Mahasiswa Pascasarjana Universitas Atmajaya Yogyakarta

Mahasiswa dan Wiraswasta

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kemiskinan dan Globalisasi

27 Oktober 2020   12:40 Diperbarui: 27 Oktober 2020   12:57 30 3 0 Mohon Tunggu...

Untuk mencapai pembangunan yang adil dan keadilan sosial bagi orang miskin, seseorang harus melihat melampaui ekonomi makro. Memang, meningkatnya kesadaran akan perlunya meningkatkan upaya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium telah menyoroti peran kebijakan makroekonomi dalam mencapai tujuan sosial dan ekonomi makro. 

Sikap kebijakan ekonomi makro yang dianut oleh lembaga keuangan internasional, terutama Dana Moneter Internasional (IMF), dikritik karena membatasi upaya yang sah oleh negara-negara berkembang untuk meningkatkan pengeluaran pengentasan kemiskinan mereka. 

Pandangan tersebut sebagian besar diwarnai oleh kesalahpahaman bahwa kebijakan makroekonomi hanya didorong oleh pertimbangan stabilitas makroekonomi. Menjaga stabilitas makroekonomi memang merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, yang merupakan satu-satunya faktor terpenting yang mempengaruhi pengentasan kemiskinan.

Namun, pertumbuhan yang bertanggung jawab dan bersama, mencakup pembangunan sosial dan kelestarian lingkungan, diperlukan untuk mempertahankan peningkatan kesejahteraan manusia yang ditargetkan oleh MDGs (lihat IMF 2005 dan Bank Dunia; Bank Dunia 2004b)

Berbicara mengenai ilmu ekonomi memiliki cakupan yang sangat luas dengan perkembangan yang cukup cepat dalam dunia ekonomi. Di dalam dunia ekonomi terdapat dua jenis studi ekonomi yaitu ekonomi makro dan mikro. Dalam artikel ini saya akan membahas pengertian, tujuan dan kebijakan ekonomi makro. Ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. 

Ilmu ekonomi yang satu ini khusus mempelajari ekonomi secara skala besar dan keseluruhan. Ekonomi makro sering digunakan untuk menganalisa dan merancang target-target kebijaksanaan yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi, tenaga kerja dan keseimbangan neraca pembayaran yang berkesinambungan.

Mengintegrasikan tujuan sosial dan pengentasan kemiskinan dengan tujuan makroekonomi merupakan tantangan karena tidak hanya tentang menambahkan kebijakan sosial ke dalam kerangka makroekonomi yang telah dirancang sebelumnya (see Elson and Cagatay 2000). Perumusan kebijakan makroekonomi dan sosial yang terintegrasi dan berkelanjutan membutuhkan pemahaman tentang keragaman negara dan konteks sosial, ditambah pendekatan interdisipliner yang menggabungkan analisis sosial, ekonomi, lingkungan, dan politik dari hubungan antara kemiskinan, mata pencaharian, dan kebijakan makroekonomi.

Ekonomi makro memiliki beberapa tujuan yang juga berdampak untuk suatu negara. Setiap tujuan dimaksudkan untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam suatu negara. Berikut beberapa tujuannya:

1. Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Angka pengangguran yang tinggi di sebuah negara akan berdampak buruk untuk negara tersebut. Pengangguran yang tinggi akan menjadi beban ekonomi negara. Kebijakan ekonomi makro mengatur agar lapangan pekerjaan tercipta sehingga mampu menekan angka pengangguran dalam suatu negara. Dengan peningkatan peluang kerja maka akan terjadi peningkatan pada kapasitas produksi secara nasional. Kebijakan makro di Indonesia dilakukan untuk mengajak investor menanam modal sehingga membuka lapangan pekerjaan baru.

2. Produksi dalam Negeri yang tinggi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN