Mohon tunggu...
Jessica Gotama
Jessica Gotama Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar

Pelajar SMAK SANTA MARIA Malang

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Kaitan Antara Kualitas Hidup dengan Kesehatan Organ Reproduksi Pemberian ASI dan Program KB

13 April 2021   09:48 Diperbarui: 13 April 2021   10:19 378
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://id.theasianparent.com

Di tahun 2019, Indonesia kembali menjadi negara dengan peringkat yang cukup rendah mengenai masalah kualitas hidup. Indonesia masih bertengger di peringkat ke-111 dari 189 negara menurut laporan Indeks Pembangunan Manusia yang dikeluarkan PBB. Penilaian ini didasarkan atas 3 kategori yaitu kesehatan, pendidikan dan pendapatan. Kesehatan sendiri masih menjadi masalah umum di indonesia, yang harus kita benahi terlebih dahulu. Sebab bidang kesehatan merupakan pondasi utama bagi pembangunan pendidikan dan ketenagakerjaan yang unggul dalam menghadapi persaingan global.

Aspek-aspek kesehatan yang bisa kita tingkatkan terlebih dahulu yaitu kesehatan organ reproduksi , pemberian ASI dan program KB. Kaitan yang pertama ialah peningkatan kesehatan organ reproduksi dapat menghasilkan calon ibu dan ayah yang sehat dan siap bagi lahirnya bayi. Hal ini dapat  meminimalisir adanya penyakit yang diturunkan pada bayi atau kongenital seperti  Sifilis dan AIDS, yang berpotensi memberikan cacat seumur hidup.  Setelah bayi lahir, ibu yang sehat akan sangat produktif dalam pemberian ASI. 

ASI atau air susu ibu sangatlah penting bagi perkembangan fisik dan emosional bayi. Secara fisik, ASI dapat meningkatkan sistem imun/kekebalan tubuh bayi serta membantu perkembangan otak bayi yang berperan dalam peningkatan kecerdasan. Sebuah studi juga mengungkapkan bahwa pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama dapat mengurangi kemungkinan gangguan perilaku tertentu pada anak-anak seperti agresif dan antisosial, sehingga sangat berpengaruh pada fase kehidupan anak selanjutnya. Tak hanya bagi tumbuh kembang bayi, menyusui juga sangat bermanfaat bagi kesehatan sang ibu, mulai dari mencegah infeksi penyakit hingga mengurangi depresi. Bahkan menyusui bisa mencegah kehamilan atau disebut juga amenore laktasi (lactational amenorrhea/LAM). 

Hal ini karena pemberian ASI yang rutin menekan pelepasan hormon yang mempersiapkan ibu untuk kehamilan. Ini bisa menjadi jalan sementara bagi keluarga yang ingin menunda kehamilan atau ingin KB. Pengendalian jumlah anak sebenarnya penting bagi sebuah keluarga. Kata-kata "banyak anak,banyak rejeki" agaknya kurang relevan di masa ini. Membesarkan seorang anak tentunya memerlukan dukungan emosional dan finansial yang besar dari orang tua. Namun jika anak terlalu banyak, fokus orang tua akan pecah pun tiap anak tidak bisa mendapatkan semua itu secara optimal. 

Orang tua juga mudah kelelahan dan depresi karena membesarkan terlalu banyak anak, terlebih jika finansial tidak benar-benar kuat. KB (Keluarga Berencana) Indonesia menjadi plihan tepat untuk membangun keluarga dengan kualitas hidup yang baik. Dua anak cukup atau dua anak lebih sehat itu adalah kenyataan. Walaupun tidak diprogramkan, secara medis memang lebih sehat dibandingkan punya tiga anak atau lebih. Pada kehamilan ketiga kondisi rahim lebih kendur dibandingkan saat hamil pertama dan kedua. Kondisi itu membuat ibu melahirkan secara spontan di kehamilan ketiga cenderung kontraksi lebih sulit, sehingga pendarahan lebih banyak.

Dari uraian diatas, bisa terlihat bahwa menjaga kesehatan organ reproduksi , program KB dan pemberian ASI sangat berperan dalam membangun keluarga dengan kualitas hidup yang baik. Secara fisik dan mental, orang tua dan bayi menjadi lebih sehat dan bahagia. Generasi yang dihasilkan pun menjadi lebih unggul dalam menyongsong masa depan mereka. Peningkatan program kegiatan diatas merupakan langkah awal untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kualitas hidup yang lebih tinggi dan setara dengan negara-negara maju lainnya.

sumber :

Tempo

Krakatau Medika

Suara

Halo doc

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun