JepretPotret
JepretPotret Menjepret Memotret

Konten Foto dan Artikel ini dibuat oleh satu orang saja lho...

Selanjutnya

Tutup

Fesyen Pilihan

Melorengkan Dunia dalam Segala Cuaca

28 Juli 2018   22:33 Diperbarui: 28 Juli 2018   22:47 1411 1 0
Melorengkan Dunia dalam Segala Cuaca
Tentara Wanita Jerman [Foto: Pri.org]

Demam Piala Dunia 2018 di Rusia telah berlalu. Dalam setiap pertandingan tersebut, selalu menyisakan kenangan mendalam bagi seluruh pemain yang tampil. Apakah itu? Salah satunya adalah tukar-menukar kaos (jersey) seusai pertandingan. Tentu ada kebanggaan tersendiri apabila ada pemain yang termasuk 'kasta rendah', berhasil menukar jersey dengan pemain idolanya maupun berkategori bintang yang 'berkasta tinggi dan tertinggi'. 

Oh ternyata, tukar-menukar seragam juga berlaku dalam kegiatan militer. Ketika berlangsung sebuah misi operasi militer bersama antar negara, mereka akan saling bertukar seragam sebagai kenangan tanda perpisahan seusai berakhirnya misi. Ini untuk mengingatkan akan tetap terjalinnya salam komando persahabatan. 

Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah dikenal sebagai perwakilan dalam berbagai kegiatan operasi militer dalam mewujudkan perdamaian dunia. Seremoni ajang tukar-menukar seragam ini, tak pelak merupakan momentum untuk memperkenalkan kualitas atribut militer TNI. Sritex yang telah memasok kebutuhan atribut seragam bagi militer dan kepolisian nasional sejak tahun 1992, telah mendapatkan kesempatan pengakuan betapa hebatnya kualitas atribut produksinya oleh militer negara lain. 

Tentara NATO [Foto: Twitter @SritexIndonesia]
Tentara NATO [Foto: Twitter @SritexIndonesia]
Sritex benar-benar NATO lho. Bukan not action talk only. Tapi dapat memenuhi standar North Atlantic Treaty Organization (NATO), dalam setiap produksi atribut militernya. Sejak 1994 hingga kini, NATO telah mempercayakan kebutuhan seragam militernya dibuat di Sukoharjo Jawa Tengah. Kemudian diikuti oleh militer negara lainnya seperti Jerman, Inggris, Belanda, Austria, Norwegia, Swedia, Kroasia, Kosovo, Arab Saudi, Bahrain, Singapura, Malaysia, serta puluhan negara lainnya. 

Untuk layanan produksi seragam militer Jerman, diawali Sritex melakukan penelitian bersama dengan salah satu laboratorium di Jerman. Ini untuk memenuhi permintaan standar tambahan khusus yang diminta, yakni anti radiasi dan anti nubika (nuklir & bahan kimia). Bahkan Sritex mendapatkan kehormatan sebagai satu-satunya pemegang lisensi di Asia, yang berhak memproduksi atribut seragam militer Jerman. 

Tentara Wanita Jerman |Foto: Pinterest, Polpix-SuedDeutsche]
Tentara Wanita Jerman |Foto: Pinterest, Polpix-SuedDeutsche]
Orderan seragam militer dari negara pemesan, memiliki standar berbeda sesuai iklim cuaca negara tersebut maupun kondisi medan operasional tertentu. Sritex dapat memproduksi seragam yang anti peluru, anti air, anti api, anti radiasi, anti inframerah, anti serangga, hingga anti nubika. Selain seragam, produksi atribut militer lainnya antara lain rompi anti peluru, seragam anti radiasi, pelindung tubuh dan tali senjata. 

Korps Paskhas TNI-AU [ Foto: Antara]
Korps Paskhas TNI-AU [ Foto: Antara]
Untuk seragam militer TNI, kualifikasi yang dipesan adalah anti serangga. Motif loreng seragam reguler TNI adalah menyerupai kepulauan Indonesia. Loreng khusus tersemat dalam seragam satuan elit seperti Kopassus, Raiders, dan Linud Kostrad TNI-AD, Korps Marinir dan Kopaska TNI-AL, serta Korps Paskhas TNI-AU. Loreng khas Kopassus TNI-AD, adalah menyerupai "darah mengalir". Loreng seragam jenis "macan tutul", merupakan kekhasan dari Korps Marinir TNI-AL. Sementara loreng dengan warna kebiru-biruan simbol kedirgantaraan, menjadi kekhasan dari Korps Paskhas TNI-AU. 

Kopaska TNI-AL [Foto:Pinterest]
Kopaska TNI-AL [Foto:Pinterest]
Hebatnya Sritex ini tak terlepas dari sebuah usaha dagang batik di Pasar Klewer Surakarta (Solo). Berkat tangan dingin H.M. Lukminto, usahanya berkembang menjadi industri tekstil di kawasan Semanggi Solo pada tahun 1972. Di era 1980-an pabrik direlokasi ke Sukoharjo dan PT. Sri Rejeki Isman yang dikenal dengan Sritex semakin berkembang pesat. 

Perluasan pabrik baru di tahun 1992, seiring Sritex yang mulai memproduksi kebutuhan atribut militer khas Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Selang dua tahun, produksi seragam militer telah merambah ke NATO dan negara-negara anggotanya. Sritex mampu lolos dari hadangan krisis ekonomi 1998. Perkembangan usaha di luar ekspetasi, naik hingga tujuh kali lipat semenjak 1992. Wow, melorengkan dunia dalam segala cuaca, tak mengenal kondisi perekonomian. 

Prajurit Yon-Taifib Marinir TNI-AL [Foto:Aktual.com]
Prajurit Yon-Taifib Marinir TNI-AL [Foto:Aktual.com]
Sritex yang telah melantai di bursa saham dengan kode emiten SRIL, ternyata juga sebagai pemasok kain bagi merek-merek fesyen ternama seperti Zara, JC. Penney, UniqLo, TimberLand. Industri garment Sritex bergerak dari hulu ke hilir, dengan adanya industri pemintalan, penenunan, pencelupan, pencetakan, penyelesaian tekstil hinggga pakaian jadi. 

Tak hanya pakaian anak, pakaian fesyen, seragam kerja, seragam militer. Sritex telah melakukan pendalaman akan fungsi sebuah produk, untuk memodifikasinya sebagai bagian produk baru. Sebuah inovasi produk yang bukan sekedar anti api, tapi benar-benar tahan api seutuhnya. Produk berorientasi ekspor ini, dikhususkan bagi seragam pemadam kebakaran. 

Dalam lini produksinya ada yang dikerjakan oleh karyawan difabel. Mereka ini merupakan bagian karyawan Sritex yang diterima kembali bekerja akibat kecelakaan kerja. Return to Work (RTW) merupakan bagian dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). 

Inovasi berkelanjutan dari Sritex, membuktikan perpaduan teknologi industri tekstil dan ekonomi kreatif. Potensi lokal dengan kearifan lokal yang telah merambah pasar global. Sritex melorengkan dunia dalam segala cuaca.