Mohon tunggu...
Jeanne Francoise
Jeanne Francoise Mohon Tunggu... Dosen - Woman of Conference

Woman of Conference

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Modern Islamic Political Thought: The Role of Majelis Ulama Indonesia

24 Maret 2017   21:22 Diperbarui: 24 Maret 2017   21:27 471
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

UHAMKA 1st International Conference on Islamic Humanities and Social Sciences, 23-24 Maret 2017 di Hotel Century Park Jakarta

“Pemikiran Politik Islam Modern: Peran Majelis Ulama Indonesia”

www.jeannefrancoise.com

“Sesungguhnya yang takutkepada Allah di antarahamba-hamba-Nya hanyalahulama.”

(Qs Fathir 35:28)

Abstrak

Paper ilmiah ini ditulis untuk diikutsertakan di dalam salah satu pemaparan panel UHAMKA 1st International Conference on Islamic Humanities and Social Sciences, 23-24 Maret 2017. Paper ini bertitiktolak dari pemikiran dan nilai-nilai keteladanan Ulama Nusantara tentang perdamaian, modernisme, toleransi, dan prinsip kebangsaan sebagai inspirasi peradaban muslim dunia yang berada di dalam kerangka pemikiran politik Islam modern, sejak dunia Islam mengkaji fatwa revolusioner dari Syeikh Muhammad Abduh.

            Paper ini dimulai dari penjelasan sejarah tentang definisi ulama, legitimasi ulama di dalam teks Al-Qur’an, kedudukan ulama di dalam agama Islam, kewenangan dan peran ulama di masa lampau, serta problematika umum yang dihadapi para ulama. Paper ini kemudian menjelaskan secara ringkas peran para ulama Nusantara, terutama para ulama di Aceh dan Betawi dan sejarah terbentuknya Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai sebuah wujud kebersatuan para ulama Indonesia pada masa pra-kemerdekaan.

            Paper ini berusaha mengkaji MUI secara ilmiah yang dimulai dengan pemberitaan MUI yang identik dengan lembaga fatwa. Setelah ditelusuri lebih lanjut, MUI memiliki modal yang besar dan cukup untuk menjadi lebih dari sekedar lembaga fatwa, tetapi sebagai sebuah organisasi Islam modern milik Indonesia yang khas dengan membawa nilai-nilai Islam Nusantara di dalam lima gagasan besar yang penulis temukan dan rangkum dari data sekunder berupa buku, artikel, jurnal, dan link Internet. Paper ini memiliki kesimpulan bahwa MUI telah memiliki kader-kader ulama Nusantara yang berusaha mewujudkan nilai-nilai Islam Nusantara ke dalam setiap pergerakan MUI baik lokal maupun internasional, walaupun program-program MUI tersebut harus lebih dioptimalkan dan lebih kreatif lagi, terutama terkait dengan warna politik NKRI yang senantiasa dinamis dan penuh tantangan global.

Kata Kunci: Islam, Politik Islam, Modernisme, Modern, MUI, Majelis Ulama Indonesia

UHAMKA 1-ère Conférence Internationale de l’Islam en Sciences Humaines et Sciences Sociales, 23-24 Mars2017 à l’Hôtél Century Park Jakarta

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun