Mohon tunggu...
James Martua Purba
James Martua Purba Mohon Tunggu... Petani - Digital Cooperative and Financial Enthusiast

Berbagi pengalaman, pengetahuan dan kebaikan untuk kebersamaan. Percaya dengan gotong royong, kebersamaan dan kekeluargaan semua akan baik-baik saja. *Love GOD, Indonesia and Family* purbajamesnw@gmail.com, WA : 081321018197

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Koperasi Digital: Sekelas M-Banking dan Fintech

29 Juli 2022   10:05 Diperbarui: 29 Juli 2022   10:12 783
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Entrepreneur. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcomp

Stigma koperasi di mata masyarakat sebagai lembaga yang tua, jadul, lambat, banyak fraud, tertinggal dalam teknologi, terlalu banyak diurus Pemerintah,  perlahan sedang bertransformasi. Layaknya aplikasi mobile banking (m-Banking), mulai banyak Koperasi  yang memiliki mobile koperasi (m-Koperasi) yang terhubung dengan perbankan dan e-commerce , sehingga seluruh Anggota Koperasi dapat bertransaksi persis seperti menggunakan mobile Banking. Bertransaksi kapan saja, dari mana saja, dari Aceh hingga Papua. Bahkan mulai ramai penerapan  koperasi  berbasis blockchain. Nah, lo !

Disrupsi dengan hadirnya teknologi digital mulai disadari pelaku Koperasi, dan sekarang berlomba lomba mendigitalkan koperasinya. Bukan karena ikut-ikutan supaya terlihat keren, tetapi memang menjadi kebutuhan. Tentu saja  agar  koperasi tidak sekedar survive (bertahan), tetapi  tumbuh kembang dan berkelanjutan (sustain). Sejalan dengan tema Kemenkop & UKM pada HUT Koperasi ke-75 : Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Berkelanjutan. 

DIGITAL MINDSET PENGURUS KOPERASI

Ketika ikut mengadiri HUT Koperasi ke-75 pada  12 Juli 2022 lalu,  saya menyaksikan pada cara tsb, tidak terlihat anak muda (milenial), artinya  koperasi masih didominasi oleh senior-senior,  baik Pengurus maupun Anggota. Obrolan-obrolan yang  terdengar juga sebatas jabatan kepengurusan koperasi  atau informasi koperasi bermasalah, bukan tema bagus (transformasi) yang ada di spanduk, hehe...

Well, jangan berburuk sangka dulu. Masih banyak   Ketua Koperasi senior yang bersemangat dan memiliki mindset digital  untuk melakukan transformasi, mungkin masih mencari cara yang aman agar transformasi atau modernisasi tidak mengganggu kenyamanan yang sudah ada selama ini.

Digital mindset adalah pola pikir dan kesadaran manusia untuk memaksimalkan pemanfaatan peralatan atau teknologi digital untuk menjadi lebih baik. Ini adalah poin penting karena menyangkut Sumber Daya Manusia (brainware), yang mengelola dan merasakan manfaat perubahan melalui digitalisasi.  Ketua Koperasi memang harus memiliki digital mindset, bahwa koperasi menjadi lebih baik jika menerapkan teknologi digital. Ketua tentu memberikan visi dan kesadaran kepada Pengurus dan Anggota bahwa perubahan (transformasi) teknologi penting dalam mempermudah pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien serta meningkatkan kerja. 

Ketua Koperasi tidak harus menjadi ahli teknologi atau jadi orang IT,  namun cukup  memiliki leadership memimpin sebuah perubahan (transformasi)

PERBANDINGAN KOPERASI DIGITAL , BANK dan FINTECH

Jika kita amati perbandingan ketiga entitas bisnis di atas, seharusnya  berbahagialah Pengurus dan Anggota Koperasi bahwa ternyata demikian banyak kemudahan (izin), kelebihan (kepemilikan),  keuntungan (SHU) dan keunggulan (pengembangan usaha) dari Koperasi. Demikian mudahnya izin pendirian, sumber modal serta kepemilikannya. Sekarang, keunggulan Koperasi tsb dilengkapi dengan hadirnya teknologi informasi  (digital) ! Artinya kelasnya sudah sama dengan Bank dan Fintech: sama-sama digital.

Selain kepemilikan, keunggulan Koperasi yang sederhana digambarkan seperti ini :

  • Anggota Koperasi umumnya memiliki rekening di Bank (bankable), namun jika tidak memiliki rekening di Bank, tentu mudah membuka rekening (menjadi Anggota) di Koperasi.
  • "Menabung" di Bank dikenakan biaya administrasi,  dan pada akhir tahun uang bisa jadi berkurang (meski ada bunga), maka di Koperasi "menyimpan" uang tidak berkurang bahkan  pada akhir tahun  memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU).

Jadi, yang membedakan ketiganya adalah regulasi  (UU), kepemilikan dan  SHU, sedangkan bisnis proses dan teknologi  cenderung sama (digital). Dalam pengembangan bisnis, Koperasi digital makain berkelas dan sekelas dengan BAnk dan Fintech dan Fintech terdapat kemiripan,  namun  Koperasi lebih kepada kebutuhan Anggota.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun