Mohon tunggu...
Rijal  Ashari
Rijal Ashari Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Melihat Kekuatan Media Sosial

1 Februari 2017   09:34 Diperbarui: 1 Februari 2017   10:29 432
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hari ini tepat sebulan telah berlalu di tahun Masehi dan awal bagi Ayam Api menurut kepercayaan warga Tionghoa, hal ini rupanya sejalan dengan musim hujan yang baru memasuki babak awal. Hari ini Tanggal 1 Februari 2017, sudah beberapa hari hujan mengguyur kota tempatku berdomisili ini, akibatnya sejumlah jalanan protokol selalu tergenang oleh luapan air selokan yang diperparah dengan kurang baiknya sistem aliran air menuju tempat resapan.

Tak hanya itu, rupanya genangan air juga banyak melanda pemukiman warga, utamanya di daerah-daerah padat penduduk, terlebih jika lantai dasar rumah-rumah itu lebih rendah dibandingkan jalanan yang sekarang sudah banyak berbahan beton. Bahkan, di bebapa daerah tetangga seperti Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Gowa wilayahnya banyak terkena Puting Beliung, menurut laporan media puluhan rumah warga rusak akibat terjangannya.

Namun di salah satu rumah di Jalan Faisal, kota Makassar. Rumah tersebut di kabarkan dihuni oleh sepasang suami istri yang sudah lanjut usia, sang suami rupanya telah lama terbaring sakit sehingga sang istri lah yang harus bekerja mencari nafkah. Dalam keterbatasan membuat keduanya tak mampu berbuat apa-apa ketika musim hujan, rumah yang jauh dari kata layak huni itu diperparah oleh lantai rumah yang hanya terbuat dari kayu.

Berada di antara bangunan beton yang tinggi, rumah kakek dan nenek tersebut tiap tahunnya semakin rendah sehingga kala musim hujan bak rumah apung dengan tanaman mirip eceng gondok yang mengelilinginya.

Hal inilah yang mungkin dilihat dari mata pengguna seorang media sosial yang tiba-tiba mengunggah foto-foto tentang kondisi tersebut dilengkapi caption atau keterangan keadaan rumah serta uluran tangan dari dermawan yang berniat membantu.

Dalam sekejap berita tersebut mendapat ribuan respon dari para netizen dengan komentar bermacam-macam hingga berita tersebut di bagikan ke media sosial lainnya.

Ada yang mengaku dari LSM ada juga yang perseorangan terlihat memenuhi kolom komentar untuk mengajak bersama-sama mengunjungi rumah itu dengan membawa bantuan, Baik berupa sembako, bahan bangunan dan obat-obatan. Hanya tepat sehari setelah itu, dikabarkan telah banyak orang yang mendatangi si kakek dan nenek untuk memberi bantuan dan rupanya kabar tersebut juga telah sampai di Dinas sosial yang juga turut datang melihat kondisi tersebut. Terlihat pula dari beberapa foto-foto yang beredar sejumlah awak media ternama turut mengabadikan.

Melihat kondisi ini saya sedikit tercengang, terlebih ketika saya melihat respon teman-teman sesama mahasiswa yang juga membantu dengan membuka rekening donasi.

Di sinilah sebenarnya kita sadar akan kekuatan Sosial Media dan betapa besarnya dampak positif terlebih jika kita pengguna yang baik. Dalam hitungan jam bantuan sudah mengalir dari ribuan pasang mata yang menyaksikan hal itu, dan saya juga yakin bahwa bukan hanya bantuan materi dan tenaga pada saat itu, namun juga ada banyak yang mendoakan didalam kebaikan.

Itulah kekuatan media sosial, ratusan orang belum tentu mengetahui sesuatu dalam sekejap jika hanya berpindah dari mulut ke mulut, ratusan orang belum tentu prihatin akan kondisi tersebut jika tidak ada ratusan orang yang berlomba mengungkapkan keprihatinan, dan segelintir orang belum tentu menolong jika tidak ada satu orang yang memulai. LSM, lurah, Camat dan Walikota hingga Gubernur mungkin tak akan bisa mengetahui semua kondisi warganya jika tidak ada satu orang yang menyebarkan ke orang lainnya.

Kepedulian kita tidak hanya dinilai dari bantuan materi dan tenaga, tetapi bisa dengan mengajak orang mampu untuk memberi bantuan baik di sosial media maupun cara-cara lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun