Mohon tunggu...
Jagat Alit
Jagat Alit Mohon Tunggu... Novelis - Konten Kreator

Mantan Super Hero. Sekarang, Pangsiun. Semoga Berkah Amin

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Meooonnggg!

16 Januari 2019   15:44 Diperbarui: 16 Januari 2019   15:59 187
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

SILUMAN KUCING

Sementara itu.

Kucing-kucing masih tetap berpindah berduyun-duyun menuju rumah kecil di tengah kebon Duren dan Salak yang menjadi tujuan akhir.

Kabar kembali memanas, bukan masalah kucing yang berpindah. Hal itu malah memguntungkan, bagi orang yang tidak suka kucing. Kesempatan bagus. Mereka sibuk membuat kartu nama yang berisikan alamat pas si penyayang kucing itu.

Setiap ketemu kucing liar, dibagilah kartu nama itu. Kucingpun menjadi terkejut mendapat sodoran kartu nama itu. Banyak kucing yang lebih cerdas, sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah manusia yang menggelikan itu.

Kembali ke kabar yang makin panas, kabar itu beralih, kepada Siluman Kucing yang sering mengeong panjang, saat bulan jingga menggantung di langit malam.

Ngeoangannya yang lebih besar dan tinggi menandai awal orkestra suara kucing mengeong di kebon Duren dan Salak yang makin menyuram dan wingit.
Makin heboh dan ditambahi, dibumbui cerita tentang Siluman Kucing.
Yang sering menggaruk dinding.
Sering mencakar kayu, mengasah kukunya.
Dan mengeong, semalaman tak putus-putus.

Menganggu, penduduk yang lewat, menyuramkan kebon yang penerangannya tinggal satu saja di pintu masuk kebon, yang pagar kawatnya dirambati pohon dan tumbuhan menjalar.

Malam yang sepi diluar ditengarai dengan lolongan anjing liar yang suaranya terputus...

" Aaaaauuuuuuu... Aaaaauuk.."

Digantikan suara eongan kucing yang bersahut-sahutan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun