Mohon tunggu...
Ivan Ihza Shobari
Ivan Ihza Shobari Mohon Tunggu... Penulis Tugas

Pencinta Kebenaran yg Mutlak

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Keharusan Zaman dan Masalah Keadilan Umat dan Bangsa

3 Maret 2021   05:17 Diperbarui: 3 Maret 2021   05:31 75 0 0 Mohon Tunggu...

Ayunda Siti Dalilah Candrawati menjelaskan dengan membuka forum materi LK 2 HMI Cabang Surakarta Korkom Sunan Ampel dengan memantik dialog interaktif antara Yunda Dalilah dengan Peserta Forum, dimana saat itu peserta forum sangat antusias ketika ditawarkan sebuah kondisi forum yang memang sangat bergejolak untuk berdiskusi. Di awal, Yunda Dalilah memancing peserta dengan bertanya, apa saja permasalahan bangsa. Kemudian peserta menyampaikan keresahan menurutnya masing- masing yang dapat saya simpulkan : Kita jauh dari nilai-nilai yang terdapat di Pancasila.

Oke mari kita buktikan dari sila pertama "Ketuhanan yang Maha Esa", hal ini lah yang menjadi permasalahan kebangsaan di Indonesia, bagaimana hari ini masih terdapat banyak sekali sikap-sikap Intoleran dari warga negara. Hari ini, masyarakat masih berkutat pada konflik-konflik spiritual yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Pada sila kedua, "Kemanusiaan yang adil dan beradab " , pada sila ini sangat jelas, Indonesia masih jauh dari nilai-nilai yang terkandung dimana masih tingginya angka kriminalitas, kesenjangan sosial, dan banyaknya pejabat korup yang sekalian menghantui diri dan kelompok masyarakat.

Pada sila ketiga, "Persatuan Indonesia" , polarisasi-polarisasi yang terjadi di masyarakat baik pada permasalah sosial, politik dan kebudayaan masih menghantui hingga dewasa ini. Masih dapat kita temui , banyak perpecahan karena pesta demokrasi yang terjadi, dimana konstelasi yang harusnya menjadi panggung bersama untuk mencapai tujuan bersama, malah dijadikan arena pertempuran 'berdarah' antar sesama bangsa Indonesia sendiri.

"Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan" ini adalah sila ke-4 yang menggambarkan semangat demokrasi di negara ini. Namun, apa yang kemudian terjadi, masih banyak problematika yang terjadi terkait demokrasi ini. Misalnya : sikap represif negara dalam menangani penyampaian pendapat dimuka umum dan implementasi UU ITE dalam keberjalanan kehidupan bernegara.

"Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" kata keadilan rasanya belum pantas disematkan pada kondisi negara yang mana pendidikan dan pembangunan nasional belum merata, pengangguran dimana mana dan banyak hal lain yang menjadi faktor belum terwujudnya keadilan di negara Indonesia. Padahal menurut Yunda Dalilah dalam presentasinya yang di kutip dari buku Sutjipto Raharjo ada 8 faktor sedikitnya sebagai makna terwujudnya keadilan, diantaranya :

1. Memberikan kepada setiap orang yang seharusnya di terima,
2. Memberikan kepada setiap orang yang menurut aturan hukum adalah haknya,
3. Kebajikan untuk memberikan hasil yang telah menjadi bagiannya,
4. Memberikan sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan orang,
5. Persamaan hak pribadi,
6. Pemberian kemerdekaan kepada individu untuk memberikan kemakmurannya,
7. Pemberian peluang kepada orang untuk mencari kebenaran,
8. Memberikan sesuatu secara layak.

Inilah yang kemudian dibahas bagaimana perkembangan jaman dan islam memaknainya dalam menghadapi permasalahan dan indikator keadilan yang harus dipenuhi. Namun menurut saya, pemateri kurang mampu menjelaskan substansi dan masih menggunakan metode deduktif dalam menyampaikan materi. Secara perangsangan iklim diskusi sudah sangat baik, namun kendalanya terletak pada penjelasan yang dilakukan setelah materi. Akhirnya penulis menyimpulkan sendiri, bahwa untuk menjawab tantangan zaman dan menghadapi permasalahan bahwa nilai nilai islam dijadikan senjata dikarenakan Islam itu universal dan agama yang bersifat transformatif, artinya, islam selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu melakukan perubahan sosial dalam setiap permasalahan di zaman yang dihadapinya.

Daftar Pustaka :

Sutjipto Raharjo. Hukum dan Jagat Ketertiban. 2006. Hal 56

M. Arkom dan Lois Gardet. Islam Kemarin dan Hari Esok, Ahsin Mahmud (penerj),
Putaka, 1997

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN