Mohon tunggu...
iso suwarso
iso suwarso Mohon Tunggu... Guru di SMA Negeri 1 Matauli Pandan

Guru SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Catatan Emak di Ujung September (Pentigraf)

26 September 2020   20:18 Diperbarui: 26 September 2020   20:22 137 6 0 Mohon Tunggu...

Cuaca begitu mendung di siang hari ini. Tidak seperti biasanya. Matahari pun enggan diajak cengkrama. Bahkan ia sembunyi di balik gumpalan mendung hitam. Sapanya, ia ingin menyendiri. Karena malu menyaksikan ulah manusia di bumi, tidak kenal panas atau hujan mereka senang memperkaya diri. Enggan berbagi.

Padahal di seberang trotoar, ada mahluk kecil peminta-minta. Yang sedari pagi subuh duduk bersimpuh di badan jalan. "Pak, ibu..belas kasihannya," begitu kata-kata yang terus dilafalkannya. Mengharap ada recehan yang jatuh di kotak omprengnya atau sebungkus makanan yang disodorkan. Mukanya hitam melegam karena debu dan berselimut baju yang robek-robek. Suara itu sangat lirih, tak semerdu biduan kampung sedang kumandang nyanyian dangdut.

Bila matahari saja malu, apalagi angin? Dia berlari kencang untuk menjauh. Sudah enggan untuk duduk saling cerita di tengah kota. Dia menolak bersama kita, pantas saja hawa di ibu kota sangat panas bukan kepalang. Lalu apa daya kita? Mendung hampir memeluk mesra bumi. Susana kota seakan kelam. Si bocah kecil menghilang entah kemana, angin tambah tak terlihat begitu pula dengan matahari semakin tak tampak. Hiruk-pikuk manusia kota tidak bergeming. Pun apalah artinya hujan. Andai itu terjadi adalah suatu berkah untuk penghuni bumi. Tuhan masih menyayangi hamba-hambanya. Tidak marah atau bahkan nada emosi untuk menghajar manusia. Cuma kadang kita lupa, seakan Tuhan itu tiada. "Ya Allah, ampuni semua ini. Kami tetap mengharap ridha Mu."

VIDEO PILIHAN