Mohon tunggu...
Alfathan Rahman
Alfathan Rahman Mohon Tunggu... Blogger, kompasiana kontributor

Full time Blogger Ismimalfathan www.ismimalfathan.wordpress.com, dan www.alfa27.com "Membangun bangsa dengan tulisan"

Selanjutnya

Tutup

Karir Artikel Utama

Belajarlah dari Mereka yang "Disingkirkan" dari Perusahaannya Sendiri

25 Juli 2020   16:55 Diperbarui: 27 Juli 2020   11:24 1403 18 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajarlah dari Mereka yang "Disingkirkan" dari Perusahaannya Sendiri
Steve Job, pendiri Apple yang pernah didepak dari perusahaannya sendiri| Sumber: Kompas.com

Beberapa waktu lalu, sempat timbul polemik dalam dunia per Youtube-an di Indonesia. Semua polemik tersebut bermula di saat para creator senior yang tiba-tiba memutuskan untuk pensiun berkarya di platform berbagi video ini. 

Saya amat sangat menyayangkan dengan kenyataan yang sedang terjadi. Karena jujur creator-creator tersebut sempat menemani masa-masa lalu saya disaat YouTube masih berstatus sebagai platform "pembeda". 

Dunia YouTube kini sudah berbeda 180 derajat. Dengan penerapan sistem algoritma yang baru, adanya laman trending, hingga semakin menjamurnya kreator-kreator baru yang bermunculan, membuat menu-menu konten semakin bervariasi. 

Uniknya, para pelaku entertainment yang dulunya bertengger di layar kaca industri pertelevisian, justru beramai-ramai menyumbangkan kreatifitas mereka di kanal YouTube. 

Disisi lain, semakin terjangkaunya akses internet, baik dari sisi jaringan dan pengembangan teknologi juga sangkut pautnya dengan sisi ekonomi dan konsumsi masyarakat juga menambah jutaan pasang mata yang menyaksikan seluruh konten di kanal ini. 

Akan tetapi hal tersebut memunculkan persepsi baru akan esensi YouTube itu sendiri. Bahkan secara terang-terangan penyedia platform ini telah menghilangkan motto utama mereka yakni "Broadcast Yourself", itu berarti "welcome to business rules". 

Jovial da Lopez, adalah salah satu konten kreator senior YouTube yang menyoroti permasalahan ini. Bahkan secara tegas ia menyatakan "Now, YouTube is just a business." Tidak ada lagi ruang bagi mereka untuk berkarya dan diapresiasi. Karena semua konten yang diapresiasi haruslah berdasarkan minat pasar.

Akan tetapi di sisi lain, If you want to talk about a business sometimes everything it's gonna be crazy. Terkadang hal-hal yang tak terduga bisa saja terjadi, baik itu berdampak positif maupun negatif bagi kita selaku pelaku bisnis. 

Tak peduli karya, dedikasi, maupun idealisme. Kalau perilaku, tindakan, dan perbuatanmu tidak sejalan dengan profit maka kamu harus siap menyingkir atau disingkirkan. 

Saya berbicara hal ini bukanlah tanpa fakta. Ada beberapa contoh nyata orang-orang yang disingkirkan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Siapa saja mereka?

Steve Jobs

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN