Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Persalinan Gratis, Semoga Pengurusannya Tidak Birokratis

6 Agustus 2022   07:12 Diperbarui: 6 Agustus 2022   07:19 221 67 10
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi ibu melahirkan|dok. Pixabay/Sanjasy, dimuat pikiran-rakyat.com

Bagi pasangan muda yang baru punya bayi, tentu sudah paham betapa mahalnya biaya untuk bersalin pada masa sekarang. 

Paling tidak, jika biaya di rumah sakit bersalin kelas menengah di Jakarta dijadikan sebagai acuan, anggaran sekitar belasan hingga puluhan juta rupiah mesti disiapkan.

Apalagi, jika persalinan dilakukan dengan operasi caesar, uang yang mesti dikeluarkan menjadi jauh lebih banyak.

Sebetulnya, persalinan bukan biaya permulaan dan juga bukan yang terakhir, dan semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

Biaya pemeriksaan ke dokter kandungan pada awal kemahilan sudah mahal, dan kontrol harus dilakukan setiap bulan hingga datang saat persalinan.

Setelah si bayi lahir, juga ada kontrol bagi si ibu dan berlanjut kontrol rutin (termasuk pemeberian imunisasi) bagi si bayi.

Ya, pokoknya punya anak itu memang mahal. Pasangan yang berencana punya anak, biasanya juga sudah siap-siap dengan menyisihkan sebagian penghasilannya pada tabungan khusus untuk menyambut si buah hati.

Tapi, gambaran di atas adalah yang berlaku pada warga kelas menengah ke atas perkotaan, terutama kota besar.

Adapun untuk warga pedesaan atau warga kelas bawah di perkotaan, karena kemampuan ekonomi yang kurang mendukung, biasanya saat melahirkan dilayani oleh bidan, puskesmas, atau dukun bayi.

Biaya melahirkan dengan bidan relatif murah, berkisar Rp 800.000 hingga Rp 1,5 juta. 

Namun, jika ada kondisi tertentu yang menambah risiko saat melahirkan, mau tak mau oleh bidan akan disarankan ke rumah sakit khusus bersalin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan