Ekonomi

Tabligh sebagai Landasan Bisnis

22 Oktober 2017   07:31 Diperbarui: 22 Oktober 2017   08:20 274 0 0

Tabligh merupakan salah satu sifat wajib para nabi dan rosul, dan tidak mungkin tidak setiap rosul dan nabi tidak memiliki sifat ini. Tabligh dilihat dari asal katanya adalah berasal dari kata kerja yaitu Balagha yang artinya adalah Menyampaikan. Sedangkan menurut istilah Tabligh adalah menyampaikan ajaran -- ajaran islam yang diterima dari Allah Subhanahu Wata'ala kepada kepada umat manusia untuk dijadikan sebagai pedoman hidup untuk memperolrh kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sifat tabligh  juga bisa diartikan sebagai komunikasi, keterbukaan, serta cara pemasaran. Tabligh merupakan teknik hidup muslim karena setiap muslim mengemban tanggung jawab dakwah, yakni menyeru, mengajak, memberitahu. Sifat ini apabila sudah mendarah daging pada setiap muslim, apalagi yang bergerak dalam bidan ekonomi dan bidang bisnis, akan menjadikan setiap pelaku ekonomi serta bisnis yang dijalankan sebagai pemasar yang tangguh dan lihai. Karena sifat tabligh ini merupakan prinsip ilmu komunikasi personal maupun missal, pemasaran, penjualan, periklanan, pembentukan opini massa, managemen, iklim keterbukaan dan lain sebaginya.

Tabligh seharusnya dapat diaplikasikan dalam kegiatan berbisnis, karena sifat dasar daripada tabligh ini adalah menyampaikan segala sesuatu baik itu secara lisan maupun tertulis secara benar dan tidak dibuat-buat. Didalam etika bisnis tabligh memanglah sangat diperlukan, karena dalam proses bisnis yang diantaranya adalah promosi, promosi yang baik adalah promosi yang memperkenalkan produk atau barang - barang dagangan yang hendak ditawarkan kepada calon konsumen secara jujur artinya menyampaikan apa -- apa saja yang ada pada produk yang dijual mulai dari kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh produk tersebut.

Membangun sebuah kejujuran dalam menyampaikan hal yang benar tidaklah sesulit yang kita bayangkan, sebagaimana dilihat dari pengetian jujur yaitu kekuatan terhadap sesuatu yang baik yang berasal dari diri manusia baik itu perkataan ataupun yang lainnya. Sifat jujur dalam meyampaikan segala sesuatu baik perkataan maupun perbuatan dapat dilakukan dengan senantiasa kita harus sadar bahwa segala tingkah laku manusia kelak akan diperhitungkan mulai dari yang paling kecil hingga yang paling besar, oleh karena itu penyampaian yang baik ketika berkomunisi dengancalon pelanggan harus memperhatikan nilai -- nilai etika dalam bisnis islam seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad Sallahu 'Alaihi Wasallam.

Dalam menyampaikan atau promosi produk kepada calon konsumen tidak disertai dengan kesaksian palsu karena bertentangan dengan sifat tablgih tersebut, dimana kesaksian palsu adalah bersaksi tentang hal yang diketahui bahwa sebenaranya kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya, atau bersaksi tentang hal yang tidak diketahui bahwa kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Semua kesaksian tersebut adalah haram. Jika ada seseorang yang bersaksi tentang sesuatu yang diketahui bahwa kenyataan yang sebenarnya tidak sesuai, maka hal itu termasuk kesaksian palsu na'udzu billah min dzalik.

Kesaksian palsu dalam promosi memang sudah menajdi hal yang tidak asing dizaman sekarang, karena setiap ada promosi menganai produk baru maupaun yang lama tidak lepas dari kesaksian palsu mengenai produk tersebut. Jika ada seorang penjual yang mengetahui apa kekeuranagn dari pada produk yang dijual namun tidak disampaikan mengenai kekurangan -- kekurangan yang dimiliki oleh produk tersebut justru memberika pernyataan palsu atau bersaksi bahwa produk yang dia juala adalah produk yang kualitas adalah kualitas yang baik tanpa ada kekurangan ataupun kecacatan pada produk tersebut. Atapun menyampaikan hal -- hal yang dapat merugikan orang lain ataupun pedagang lainnya, seperti menyampaikan keburukan kepada konsumen tentang pedagang lainnya dengan tujuan agar pedagang yang lain tidak laku atau rugi, maka hal ini tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan sifat tabligh tersebut.

Sebagai kesimpulan baahwa mereka yang melakukan kesaksian palsu menyangka bahwa mereka dapat mendatangkan manfaat untuk saudara -- saudara mereka, namun kenyataannya  mereka justru mendatangkan mudhorot bagi dirinya beserta saudra- saudaranya dan orang lain. Oleh karena itu didalam berbisnis kita dianjurkan untuk menyampaikan segala sesuatu secara baik dan tidak dengan perkataan palsu khususnya dalam bisnis maupun kegiatan lainnya.

Al -- Qur'an memerintahkan kepada orang -- orang yang beriman untuk menjaga amanah mereka serta menjaga janjinya, memerintahkan mereka untuk adil dan moderat dalam perilaku mereka kepada Allah maupun terhadap sesame manusia. Menjaga dan menetapi hal tersebut dan perintah -- perintah yang lain adalah tuntutan untuk sebuah perilaku yang baik. Lebih dari itu kebenaran yang selalu erta hubungannya dengan kebijakan selalu mengharuskan manusia untuk memiliki pandangan masa depan yang tajamuntuk mmengatur dan menyimpan sesuatu duna untuk menghadapai masa -- masa yang akan datang.

 Oleh karena itu dalam bisnisnya, seorang muslim harus selalu ingat terhadap Allah, terhadap iabadah ritualnya dan kewajiban untuk menyampaikan secara  benar apa -- apa yang diatur dalam etika berbisnis, agar supaya bisnis yang dijalan mendatang sebuah maslahah untuk diri sendiri maupun orang banyak, karena dalam berbisnis tidak hanya diniatkan utnuk mencari keuntungan melainkan sekaligus dengan niatan membantu orang banyak.

Oleh karena itu dalam bisnis islam sifat tabligh sangat diperlukan karena didalam berbisnis harus selalu menanamkan anjuran akan hubungan manusia dengan Allah SWT, etika bisnis islam ditekankan kapan saja, tidak terikat suatu masa tertentu, karena Allah sebagai sang pencipta dan para pencatatnya sangat dekat dengan manusia sebagai hamba, dengan kedekatan yang tidak lebih jauh antara tenggorokan dan urat jakun.