Mohon tunggu...
IrfanPras
IrfanPras Mohon Tunggu... Freelancer - Narablog

Dilarang memuat ulang artikel untuk komersial. Memuat ulang artikel untuk kebutuhan Fair Use diperbolehkan.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Sebuah Renungan, Rehat atau Pamit?

21 April 2021   23:31 Diperbarui: 22 April 2021   00:02 225
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sebuah Renungan, Rehat atau Pamit? | ilustrasi oleh pixabay from pexels.com

Secara kebetulan, beberapa hari ini, khususnya tadi, pikiran saya memang sedang kencang-kencangnya. Jadi ya sudah pasti, saya tak terima konten yang saya buat dicurigai oleh K. Saya bilang dicurigai, karena kalau tak dicurigai ya harusnya tak perlu ditinjau.

Saya juga minta maaf dengan kompasianer yang coba menghibur di twitter saat saya bilang ingin pamit karena kesal dengan kejadian itu. Saya minta maaf tak bisa menanggapi maksud baik itu karena memang situasinya saya sedang kesal, benar-benar kesal.

Sebetulnya, saya memang berencana rehat selama bulan puasa ini. Saya baru akan menulis di K saat mood saya bagus atau saat nemu topik yang menarik dan sayang kalau dilewatkan. Salah satu contohnya ya topik soal European Super League. Sayangnya usaha saya menulis topik tersebut justru bertepuk sebelah tangan.

Karena 2 kejadian tersebut saya justru mempertimbangkan untuk sekalian pamit saja dari K. Saya tak buat keputusan ini secara mendadak. Jauh sebelum itu saya sudah merasa tak kerasan di K.

Sebulan belakangan ini, meski artikel saya selalu hampir pasti dilabeli Artikel Utama, tapi jumlah penilaiannya terus turun. Jumlah komentar apalagi. Sangat memprihatinkan. Meski berbagai daya dan upaya sudah saya kerahkan, tetapi feedback yang saya dapat bahkan tak mendekati sepadan.

Saya lelah blogwalking di K. Berkunjung dari satu artikel ke artikel lain. Meninggalkan nilai dan makin sering berkomentar. Namun, saya merasa sendirian sebagai pihak yang berusaha.

Saya paham tak sepatutnya mengharap balasan saat kita berinteraksi di K. Nulis ya nulis aja. Namun, saya sangat penasaran dan terus berintrospeksi diri. Kenapa saat saya sudah memakai cara yang sama seperti yang lain saat blogwalking, tetapi hasil yang didapat selalu tidak maksimal?

Saya lelah! Hanya itu. Belakangan saya juga merasa, tak seharusnya artikel-artikel bola yang saya unggah di K hanya dihargai segitu. Saya yakin dan percaya, kalau artikel bola yang saya buat layak untuk berada di tempat yang lebih baik.

Itulah kenapa saya mengurangi interaksi saya di K akhir-akhir ini. Makin sedikit pula artikel yang saya unggah dalam waktu sebulan. Saya sangat percaya dengan tulisan saya, sebab kalau saya sendiri ragu, siapa lagi yang mau mengapresiasinya dengan layak?

Secara kebetulan, dua kejadian karantina artikel yang saya terima seolah jadi pemicu saya untuk memberanikan diri menyampaikan uneg-uneg ini langsung di K. Tak ada maksud saya merendahkan siapapun atau menyalahkan kompasianer lain. Sungguh saya minta maaf kalau ada kompasianer yang merasa tersinggung.

Lewat tulisan ini saya sekalian ingin mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang telah setia berkunjung dan memberi apresiasi kepada artikel-artikel yang saya unggah. Saya bahagia kok, meskipun yang komentar sedikit, tapi mereka paham dengan apa yang saya tulis dan tidak sekadar mengucapkan salam hangat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun