Mohon tunggu...
ioanes rakhmat
ioanes rakhmat Mohon Tunggu... Penulis - Science and culture observer

Our thoughts are fallible. We therefore should go on thinking from various perspectives. We will never arrive at final definitive truths. All truths are alive, and therefore give life, strength and joy for all.

Selanjutnya

Tutup

Gadget Pilihan

Bahaya Smartphones/Laptops/PCs bagi Kesehatan Tubuh dan Mental

17 Agustus 2018   02:43 Diperbarui: 4 Juni 2019   22:17 1627
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: Jeff Pachoud/AFP/Getty Images

Tentu, kerentanan terhadap serangan depresi dipengaruhi juga oleh faktor genetik dan faktor environmental (seperti gaya hidup, cara merawat kesehatan fisik, nutrisi, sikon pekerjaan harian, tingkat terpapar harian pada cahaya Matahari, dll). Sudah diketahui, varian genetik RORA dan PER2 terkait dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh kita dan dengan risiko terkena depresi./7/

Nah, sekarang kita masuk ke dunia anak-anak dan remaja. Menurut beberapa survei, anak-anak, termasuk orangtua mereka, menghabiskan waktu 9 hingga 12 jam per hari di depan monitor smartphones atau personal computers mereka./8/ Tidak ada menit tanpa smartphones. Belum ada Smartphone Free Day.

Tentu, devices ini sangat banyak membantu kalangan remaja dan mahasiswa dalam mengerjakan berbagai riset dan pekerjaan eksploratif dari sekolah atau universitas. Orang dewasa juga menggunakan PCs atau smartphones untuk mengerjakan tugas-tugas yang berbeda bersamaan dengan berganti-ganti ("multitasking") entah di rumah atau di kantor. Selain itu, devices memperlancar lalulintas komunikasi digital yang tak memerlukan kertas lagi, baik untuk kepentingan personal maupun untuk kepentingan komersial, bisnis, sosial, dan profesional. 

Lewat aktivitas harian di smartphones dan info-info digital yang disebarkan lewat devices ini, jati diri dan gambaran watak setiap pengguna sudah dimiliki pihak-pihak yang berwenang untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi kejahatan. 

Perusahaan-perusahaan juga memakai dan mengevaluasi data dan info-info personal seseorang yang telah mengajukan lamaran kerja, yang lewat smartphones sudah masuk ke berbagai medsos yang terekam abadi sebagai data dan info digital personal yang tidak bisa dihapus.

Pada sisi lain, data dan banyak info privat tentang diri anda pun secara bertahap dan akumulatif jatuh ke dalam genggaman perusahaan-perusahaan penyedia dan pengelola apps medsos aneka ragam yang bergerak dan beroperasi global. 

Mereka memiliki data dan info anda dkk anda dan kita semua atas izin anda dkk, saya dan kita semua; dan mereka memperdagangkan semua yang mereka sudah genggam ini, untuk sangat banyak keperluan dan tujuan. Data dan info, bukan minyak atau logam mulia atau mata uang atau properti dll, adalah aset utama mereka yang membuat perusahaan-perusahaan mereka makin besar, kuat dan kaya raya.

Sumber gambar: Common Sense Media
Sumber gambar: Common Sense Media
Tapi, ingatlah, terlalu lama dalam satu hari terpaku di depan layar smartphones atau laptops atau PCs (khususnya untuk aktivitas penghiburan, misalnya getol main game online atau game offline, atau ber-FB-ria, ber-IGria, ber-Snapchat, dll) juga menjadi salah satu penyebab serius banyak remaja masa kini terserang berbagai gangguan mental, khususnya depresi dan (keinginan) bunuh diri. Semoga anda sudah siap mendengar info ini.

Selain itu, mereka juga jadi susah/kurang tidur, dan kehilangan gairah untuk berkonsentrasi pada tugas-tugas lain, seperti belajar. Kesehatan fisik mereka mau tak mau terganggu juga. Mereka cenderung menjauhi acara-acara sosial dan kolektif, dan tidak ingin berolahraga.

Orangtua mereka juga khawatir info-info detail tentang diri anak-anak mereka dan keluarga mereka tersebar luas lewat berbagai medsos, yang bisa berakibat buruk bagi mereka satu keluarga./9/ Sikon ini menimbulkan peluang serangan ke anak-anak kita dengan akibat yang serius. Saya perlu urai pendek hal ini.

Anak-anak, remaja dan orang muda umumnya yang berada pada posisi lemah, dus rentan terus-menerus diganggu dan diperlakukan dengan agresif, intimidatif, brutal dan kejam lewat ucapan atau tindakan (di-"bully") atau lewat komunikasi online ("cyber bullying"), akan mengalami gangguan fisik dan mental jangka panjang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun