Mohon tunggu...
ioanes rakhmat
ioanes rakhmat Mohon Tunggu... Penulis - Science and culture observer

Our thoughts are fallible. We therefore should go on thinking from various perspectives. We will never arrive at final definitive truths. All truths are alive, and therefore give life, strength and joy for all.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Sains tentang Kecerdasan Majemuk

29 Juni 2018   01:33 Diperbarui: 15 Juli 2018   16:58 1655
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dari antara obat-obat antidepresan yang sekarang ada, 90% dibuat berdasarkan anggapan diagnostik tersebut. Tapi, data statistik menunjukkan bahwa dari kurang lebih 322 juta orang yang menderita depresi di dunia (kurang lebih 2,5% populasi dunia dewasa ini), hanya separuh dari jumlah ini yang menerima manfaat terapeutik yang lumayan dari obat-obat antidepresan yang tersedia kini. Sebanyak 30% pengguna tidak menerima manfaat terapeutik apapun./26/

Penelitian oleh Yuki Kobayashi dan Yumiko Saito dkk tersebut di atas mengambil fokus yang berbeda.

Mereka menemukan bahwa depresi timbul jika sistem biologis tubuh kekurangan protein RGS8 (G Protein Signaling 8). Protein ini berpengaruh pada suasana mental dan berfungsi memperpanjang organel kecil pengindraan cilia yang terletak di bagian-bagian hippokampus CA1 dalam otak. Cilia membantu komunikasi selular dalam jejaring rumit neural dalam otak. Gen RGS8 berfungsi untuk mengontrol reseptor hormon MCHR1 yang mengatur suasana mental, gerak, makan dan pola tidur.

Ditemukan, makin tinggi konsentrasi protein RGS8 pada cilia, makin kuat daya tahan mental dalam situasi-situasi yang sulit yang sedang dihadapi. Jika RGS8 ini kurang tersedia dalam sistem neurobiologis kita, depresi mudah menyerang kita, secara kognitif, emosional dan ragawi.

Tim peneliti dari Universitas Hiroshima tersebut berpendapat bahwa temuan peran RGS8 sebagai pencegah depresi akan membuka satu jalan lain yang memberi pengharapan bagi pembuatan dan pengembangan obat-obat antidepresan baru, diluar dari obat-obat yang kini ada yang berbasis pada hormon-hormon serotonin dan norepinefrin./27/

Jadi, pada satu sisi adalah betul bahwa berbagai pengalaman spiritual yang teduh dan positif dapat menjadi bemper penahan gangguan depresi. Tapi pada sisi lain, depresi juga timbul dari sikon ketidakseimbangan hormon-hormon neurokimiawi biologis tertentu tubuh kita dan dari ketersediaan molekul dan sel-sel tubuh kita yang proporsional dalam neurobiologi kita, yang keseluruhannya memerlukan terapi medik. Selain itu, gaya hidup juga berpengaruh pada kesehatan mental kita.

Perlu dicatat, para neurosaintis, pada sisi lain, juga sudah menemukan bahwa pengalaman-pengalaman keagamaan tertentu bisa merusak struktur-struktur neurologis dalam otak yang mengakibatkan kemunduran-kemunduran dan gangguan-gangguan mental./28/

Jadi, tampaknya betul bahwa sangatlah problematis untuk menyatakan adanya "kecerdasan spiritual". Keberagamaan atau spiritualitas memang memiliki dua sisi yang berbenturan dan berlawanan satu sama lain. 

Namun, menurut Gardner, ada satu segi dari spiritualitas yang masih bisa disebut sebagai "kecerdasan spiritual", yakni KECERDASAN EKSISTENSIAL yang sudah disebut di atas. Tapi Gardner sangat hati-hati untuk menyebutnya kecerdasan yang penuh, dan hanya bisa mengategorikannya "setengah kecerdasan" berhubung basis neurobiologis kecerdasan eksistensial juga sangat kurang, mungkin hanya ada di bagian-bagian tertentu dari lobus inferotemporalis dalam otak. Peran lobus ini krusial khususnya dalam memunculkan pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang sering kita gumuli.

Tapi Gardner juga menduga, kecerdasan eksistensial sebetulnya merupakan bagian dari pikiran-pikiran filosofis kita yang lebih luas, atau malah sebetulnya bagian dari pertanyaan-pertanyaan umum yang rutin kita ajukan namun dengan muatan emosi lebih besar./29/

Bagi saya, kecerdasan eksistensial adalah suatu kecakapan kognitif untuk menemukan hal-hal yang agung dan bermakna langgeng dalam kehidupan kita dalam dunia ini demi pertumbuhan dan kematangan kesadaran dan pengenalan diri kita, kesadaran dan pengenalan diri orang lain, dan kesadaran kita atas dunia alam dan jagat raya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun