Mohon tunggu...
I Nyoman  Tika
I Nyoman Tika Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

menulis sebagai pelayanan. Jurusan Kimia Undiksha, www.biokimiaedu.com, email: nyomanntika@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Siklus Energi pada Budidaya Lele

17 September 2021   17:15 Diperbarui: 17 September 2021   17:20 101 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Dalam kolam yang gelap dan sedikit menghijau itu,  ikan lele diternakkan. Seorang pemuda paruh baya, asyik memilih ikan lele miliknya untuk disortir, yang besar dikumpulkan dengan yang besar dan demikian juga dengan yang kecil, untuk menghindari saling memakan diantara ikan lele itu. Lele memiliki sifat kanibal, bisa memangsa teman nya sendiri. Jika itu terjadi dipastikan beternak lele, bukan untung yang didapat malah buntung, karena panen menurun.

Kiat-kiat beternak dan  bisnis ikan lele memang perlu tahu itu, maka jika sudah tahu maka beternak lele menjadi pengisi waktu luang yang menguntungkan, apalagi   di musim Pandemi Covid-19, banyak pekerja dirumahkan. Oleh karena itu beternak lele  menjadi harapan baru, jika ditekuni dengan sangat serius.

Awalnya, saya berjumpa dengan pemuda itu,ketika sama-sama membeli bibit lele Sangkuriang di salah satu pengepul di kota Singaraja, Bali. Pemuda itu, menjawab kalem, sudah lama beternak lele? Tanya saya, dia jawab , baru 3 periode panen, artinya dia adalah  salah satu  pendatang baru, diantara puluhan peternak  ikan lele (Catfish) ini di Buleleng Bali Utara,  sebab masa pandemi Covid-19 membuat aktivitas di rumah lebih dominan, berkebun dan beternak ikan, entah lele, Koi dan lain-lain menjadi pilihan.

Perlu diketahui bahwa  beternak lele selain dapat menghasilkan ikan lele yang menjadi sumber protein bagi diri sendiri, juga bisa menghasilkan pendapatan yang tidak saja dibilang kecil. Selain  dijual dalam keadaan mentah, derivat usaha lain bisa berkembang dengan makanan olahannya, serta bibit, usaha jual pakan, serta limbah air  kotorannya, sangat baik untuk tanaman.

Karena limbahnya dapat untuk tanaman itulah saya  termotivasi beternak lele, artinya  bukan semata-mata untuk  mencari daging semata, namun lebih dari itu untuk mendapatkan limbah air kolamnya, yang kaya kandungan  unsur hara, seperti nitrate.  Komponen ini   dapat menyuburkan tanaman. Siklus itu dapat dikatakan siklus energi terus mengalir  dan mampu  dimaksimalkan untuk kesejahteraan manusia.

 Hasil pengalaman  menunjukkan limbah kotoran lele itu menyuburkan tanaman . Komponen itu sangat bermanfaat bagi tanaman. Awalnya,  saya  memiliki tanaman jambu  madu deli,  lama tanaman itu tak  berbuah dan tak subur.  Lalu, inspirasi pun muncul setelah melihat   Channel  pak Saiful Anwar dari you-tube-nya, yang tak pernah bosan berbagi ilmu tentang penanaman, integrasi antara beternak lele dengan jambu  madu sangat menguntungkan, karena limbah kolamnya dapat menyuburkan tanaman, yang beliau miliki. Terima kasih atas ketulusannya berbagai ilmu pada saya khususnya, dan publik Indonesia umumnya.

Untuk mengawali, saya memelihara lele dalam kolam terbuat dari Bak terpal   dan hasilnya  cukup menarik, Kini sehingga kolam beton dengan lebar 1,5  x 2 meter    dan drum besar, terus berproduksi walaupun masih dilakukan secara konvensional, belum menggunakan metode yang baru seperti Biofloct dan boster.

Siklus energi begitulah saya mengistilahkan pada  peternakan lele. Beternak lele, kalau hanya menghasilkan lele saja maka tentu kegiatan itu belum optimal, apa yang bisa dikembangkan, banyak hal yang belum terlihat pada peternak lele pemula, yang saya amati di  sekitar Buleleng Bali.

Beberapa permasalahan yang saya temukan dari diskusi dengan para pembeli bibit lele adalah  (1) Hanya terfokus pada produksi lele sebagai konsumsi, saja dan banyak yang dijual masih mentah, segar. (2). Air limbah yang kaya unsur hara terutama nitrat dan amonium, masih terbuang percuma tidak dimanfaatkan untuk keperluan lain, atau memupuk tanaman. (3)Peternak masih fokus pada pembelian bibit, belum terbersit mengusahakan pembibitan. (4)Pakan lele masih membeli pelet, sehingga biaya pakan sangat tinggi. (5)  Kebutuhan lele di bali sangat tinggi, dari data sementara paling tidak sebanyak 3,5 ton lele dibutuhkan per hari di Buleleng, dan untuk kota denpasar 8,5 ton per hari , kondisi yang sangat luar bisa untuk menghasilkan lele, sehingga dapat menjadi peluang usaha yang sangat menguntung di Bali.

Pada ulasan kali ini akan dibahas tentang, ikan lele secara ilmiah, kandungan nutrisi, serta manfaat lain senyawa bioaktif yang terkandung  di tubuhnya, serta kemampuannya  sebagai  bioindikator pencemaran lingkungan, khususnya logam berat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan