Mohon tunggu...
Inspirasiana
Inspirasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Kompasianer Peduli Literasi dan Edukasi

Kami mendukung taman baca di Soa NTT dan Boyolali. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. Untuk donasi buku dan dana silakan hubungi: inspirasianakita@gmail.com; * IG: inspirasianakita * FB: inspirasiana.kita * Twitter: @InspirasianaKi1

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Seruni dalam Dekapan Sunyi

16 Desember 2021   07:10 Diperbarui: 16 Desember 2021   07:16 184 23 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi seruni (sumber: Pixabay)

Banyak kisah berhamburan di kepala tentang bunga-bunga yang beraneka warna
Juga saat tiada mata memandang meski sejenak namun mereka tetap memberikan puspa nan indah dengan setia
Pada kumbang dan kupu-kupu pun tersenyum ramah
Membelai kedua netra saat menatap keanggunan seruni cantik di ujung ingatan

Aduhai seruni beraneka warna mempesona
Putih, kuning, merah muda serta ungu yang merona
Alam mengajarkan tentang mengembangkan  keindahan dari dalam hati
Kebaikan yang tulus, tanpa pamrih, tak memandang muka
Yang teruntai penuh kasih pada semesta

Karya Ilahi yang tak ternilai
dalam rupa flora dan pesona indahnya
Rajutan syukur yang tak terbilang tentang makna kasihNya
liukan tangkai beradu dengan sepoi semilir angin
menambah moleknya aura ragamu, seruni..
Puspa indah yang ajarkan makna memberi diri..

Kita dalam kata seruni
Sering kita berjumpa di padang atau di simpang jalan lapang
Kita beragam yang tak butuh jadi seragam

Kita dalam kata seruni
Adalah rerangkaian bunga-bunga yang dijual di pinggir jalan
Mendekap duka sesama, melepas ikhlas, ganti senyum terlepas

Kita rupa-rupa seruni,
kau yang merayu langit,
sedang aku membujuk bumi
Kita berlomba mendera derit waktu dengan kata nanti
Demi secuil mimpi di simpangan esok hari

Kita dalam kata seruni,
serupa puspa nirwana
Turun menapaki kaki-kaki lembah, merapal sebuah kisah, melalui bias waras surgawi tanpa lelah

.....
15 Desember 2021
Puisi Kolaborasi Keempat dari Sahabat Puisi untuk Inspirasiana

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan