Mohon tunggu...
Inosensius I. Sigaze
Inosensius I. Sigaze Mohon Tunggu... Lainnya - Membaca dunia dan berbagi

Mempelajari ilmu Filsafat dan Teologi, Politik, Pendidikan dan Dialog Budaya-Antaragama di Jerman, Founder of Suara Keheningan.org, Seelsorge und Sterbebegleitung dan Mitglied des Karmeliterordens der Provinz Indonesien | Email: inokarmel2023@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Putin "Macho" di Mata Rakyat Lebanon

27 Februari 2022   03:00 Diperbarui: 1 Maret 2022   12:41 854
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi tentang Putin di mata rakyat Lebanon | Dokumen diambil dari gazetenot.com

Putin juga mewujudkan konservatisme dalam skala internasional. Ada pada saat internasional komunis, sedang saat ini ada internasional nasionalis otoriter di mana Putin adalah pemimpin dan yang memiliki kepribadian mulai dari Viktor Orban hingga Baschar el-Assad, Marine Le Pen atau Eric Zemmour. 

Aktor Putin yang begitu reaksioner itu terus mewujudkan nafas konservatisme. Hal itu bahkan menjadikan Putin punya banyak pengikut termasuk di Lebanon, sekalipun mereka masih berjuang menerima nilai-nilai demokrasi liberal. 

Alexander Dugin, seorang intelektual sayap kanan yang disebut "Rasputin, berteori bahwa demokrasi Barat, modernitas liberal menyeret dunia menuju dekadensi dan bahwa sebagai reaksinya Putin perlu mempertegas kejantanan melalui kekuasaan Rusia.

Seperti apa posisi Lebanon: Pro Rusia atau Pro Amerika?

Di samping tropisme pro-Rusia di beberapa kalangan Ortodoks, dan negara-negara lainnya bisa saja ada karena kebencian banyak orang Lebanon lainnya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang membuat mereka membela Putin, bahkan ketika ia berperilaku tidak dapat dipertahankan dan mirip dengan Amerika Serikat di bagian lain dunia.

Kebencian ini membawa mereka dengan cara Pavlovian (tanggapan otomatis atau tidak disengaja) untuk memilih sisi lain, kamp anti-Amerika. Karena pelanggaran hukum internasional dalam agresi Ukraina, dalam banyak hal, mirip dengan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Amerika Serikat ketika menginvasi Irak pada tahun 2003. 

Oleh karena itu, bagi sebagian orang yang memang mengetahui sejarah itu, sudah pasti akan memuji tindakan agresi militer Putin, bahkan menilai Putin sebagai pria macho.

Meskipun demikian, ada pula pandangan dari kalangan pejabat Lebanon yang menilai bahwa Putin punya kemunafikan yang cukup jelas dalam posisi Rusia yang kadang-kadang tidak dirasakan oleh penggemar Lebanon atau yang dengan sengaja mereka tutup mata. Putin yang jantan, tegas dan macho sebagai pembela prinsip kedaulatan di Libya, Irak dan di tempat lain tidak ragu untuk melanggar semua dasar tatanan internasional di Ukraina saat ini.

Fans Putin

Media timur tengah merilis juga soal hubungan intim Putin dengan kalangan orang Kristen Ortodoks. Karena lebih dari setengah orang Kristen Suriah adalah Ortodoks, hubungan telah sangat kuat antara Gereja Ortodoks Rusia dan Gereja Ortodoks Suriah sejak Vladimir Putin berkuasa.

Ada semacam aliansi takhta dan altar di Rusia, dengan hubungan yang sangat kuat antara Patriark Kirill dari Moskow dan Presiden Putin. Keduanya hampir punya rasa komunitas yang kental dengan selera yang sama. Kompromi kepentingan altar dan tahta dalam perjalanan waktu telah melegalkan cara yang salah. Coba bayangkan pemimpin agama diundang untuk memberkati rudal yang akan dikirim ke Suriah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun