Mohon tunggu...
Syarwan Edy
Syarwan Edy Mohon Tunggu... Mahasiswa - @paji_hajju
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Syarwan Edy, sangat suka dipanggil dengan nama bang Paji. Si realistis yang kadang idealis | Punya hobi membaca, menulis dan diskusi | Kecintaannya pada buku, kopi, dan senja | Didewasakan oleh masyarakat dan antek kenangan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kita dan Keyakinan

23 September 2022   21:18 Diperbarui: 23 September 2022   21:21 288
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Foto: popmama.com

Antara Kita Dan Keyakinan

Kau tahu manis,
Keyakinan kita berbeda
Beda arah tapi satu tujuan
Tujuan hidup dan kuat didalam nama Tuhan
Percayalah didalam nama Tuhan kita abadi

Aku menuju lorong kecil ke Masjid
Untuk menunaikan lima waktu
Kau bersuka ria masuk dalam Gereja
Untuk meminta kasih-Nya
Lain jalur tapi satu tekad
Tekad menghamba pada yang kuasa

Baca juga: Memeluk Tawa Mereka

Doa baik selalu ku lantunkan
Tak lupa namamu diselipkan
Pujian kagum dikau gaungkan
Atas dasar penghambaan cinta
Masjid dan Gereja jadi tempat
Untuk kita mengadu agar bersama

Kitab-kitab suci sebagai pedoman
Pegangan dikau dan aku untuk jalan
Jalan menuju cinta keharibaan-Nya
Semoga semesta memberkati kita
Semua makhluk mengamini doa kita

Tuhan berikan cinta pada kita
Hadir tanpa disangka
Datang begitu saja, tanpa tanda
Kita yang berbeda, justru larut
Dalam perasaan yang menggebu
Diatas perbedaan pandangan nyata

Ini memang benar adanya cinta
Datangnya dari Tuhan untuk kita
Hanya kita yang berbeda, nampak jelas
Kemurnian cinta nampak bias
Keyakinan berdua seakan menjadi tembok penghalang
Untuk kita merajuk dan melangkah agar bersama

Jangan salahkan Tuhan atas kita
Tuhan tahu mana yang terbaik buat berdua
Cinta yang berbeda agama tidak membuat kita sakit
Sejatinya dalam cinta ada yang menderita
Ada yang salah kita menjalankannya
Saatnya mundur sejenak, mawas diri dan Jernihkan otak

Hai manis, tak usah ada air mata
Aku dan kau tahu kita tak mungkin bisa seatap bersama
Sepiring berdua, seakan abadi
Mulailah hari dengan hidup dalam nama Tuhan lebih giat lagi
Agar kau dapat memahami atas apa yang diberikan-Nya

Kita bisa dan kuat bila bersama
Namun apa daya pada diri ini
Keyakinan yang berbeda nan begitu kokoh
Jangan kau gadaikan itu untuk kita
Bersama tapi tak diridhoi sama saja

Cintaku padamu teramat besar, namun lambat laun akan terkikis juga
Cinta yang sejati hanyalah pada Tuhan sekalian alam
Dia yang menciptakan kita dan mempertemukan kita
Mana mungkin kita mendustai-Nya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun