Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Lainnya - Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

AIDS di Kota Salatiga Tanpa Penanggulangan di Hulu

23 Februari 2020   07:00 Diperbarui: 23 Februari 2020   07:09 112
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (Sumber: christiantimes.cn)

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga (Jawa Tengah-pen.), Marhadi meminta agar masyarakat proaktif untuk memeriksakan diri terkait HIV/ADIS, karena gratis. "Entah sakit atau tidak cek HIV/AIDS dan semua Puskesmas di Salatiga sudah bisa untuk mengecek dan gratis," ujarnya. 

Ini ada dalam berita "Penderita HIV/AIDS di Salatiga Bertambah 13 Kasus, Mayoritas Ibu Rumah Tangga" (jateng.tribunnews.com, 18.2-2020). Sejak tahun 1994 sampai 2019 jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Kota Salatiga dilaporkan 284.

Pernyataan Marhadi ini menyamaratakan perilaku seksual semua warga Kota Salitiga mulai dari bayi sampai kakek-kakek dan nenek-nenek. Tidak semua orang perilaku seksualnya berisiko tertular HIV/AIDS sehingga yang perlu tes HIV adalah warga Kota Salatiga, terutama laki-laki dan perempuan dewasa dengan kategori di bawah ini, yaitu:

(1). Laki-laki dewasa yang pernah atau sering melakukan hubungan seksual tanpa kondom, di dalam nikah atau di luar nikah, dengan perempuan yang berganti-ganti di wilayah Kota Salatiga atau di luar wilayah Kota Salatiga, bahkan di luar negeri. Soalnya, bisa saja salah satu dari perempuan tsb. mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS. Tentu saja Pemkot Salitiga tidak bisa mengawasi perilaku seksual semua laki-laki dewasa warga Kota Salatiga.

(2). Perempuan dewasa yang pernah atau sering melakukan hubungan seksual dengan kondisi laki-laki tidak pakai kondom, di dalam nikah atau di luar nikah, dengan laki-laki yang berganti-ganti di wilayah Kota Salatiga atau di luar wilayah Kota Salatiga, bahkan di luar negeri. Soalnya, bisa saja salah satu dari laki-laki tsb. mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS. Tentu saja Pemkot Salatiga tidak bisa mengawasi perilaku seksual semua perempuan dewasa warga Kota Salatiga.

(3). Laki-laki dewasa yang pernah atau sering melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan perempuan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks komersial (PSK), di wilayah Kota Salatiga atau di luar wilayah Kota Salatiga, bahkan di luar negeri. Soalnya, bisa saja salah satu dari PSK tsb. mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS. Tentu saja Pemkot Salatiga tidak bisa mengawasi perilaku seksual semua laki-laki dewasa warga Kota Salatiga.

Yang perlu diingat adalah PSK ada dua tipe, yaitu:

(a). PSK langsung adalah PSK yang kasat mata yaitu PSK yang ada di lokasi atau lokalisasi pelacuran atau di jalanan.

(b), PSK tidak langsung adalah PSK yang tidak kasat mata yaitu PSK yang menyaru sebagai cewek pemijat, cewek kafe, cewek pub, cewek disko, anak sekolah, ayam kampus, cewek gratifikasi seks (sebagai imbalan untuk rekan bisnis atau pemegang kekuasaan), PSK high class, cewek online, PSK online, cewek prostitusi online, 'artis dan model' prostitusi online, dll.

Salah satu faktor yang membuat laki-laki dewasa berisiko tinggi tertular HIV/AIDS adalah mereka termakan mitos (anggapan yang salah) bahwa PSK tidak langsung bukan PSK seperti yang mangkal di lokasi atau lokalisasi pelacuran. Padahal, dalam prakteknya PSK tidak langsung sama saja dengan PSK langsung.

Baca juga: Tertular HIV karena Termakan Mitos "Cewek Bukan PSK"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun