Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Blogger - Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

AIDS di Kota Tangerang, Menyasar Calon Pengantin Abaikan Perilaku Seksual Laki-laki Berisiko Tertular HIV/AIDS

4 Januari 2020   17:08 Diperbarui: 4 Januari 2020   17:12 242
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Baca juga: HIV/AIDS di Lebak, Banten, Banyak Terdeteksi pada Keluarga

Ini juga dikatakan oleh Edi: "Sehingga bisa diketahui dengan cepat karena menurut kedokteran bisa disembuhkan kalau masih baru terdeteksi."  

Pernyataan Edi di atas ngawur karena begitu HIV masuk ke aliran darah HIV akan ada di dalam tubuh seumur hidup. Deteksi dini HIV berguna untuk mencegah penularan baru dan menjaga kesehatan orang yang tertular HIV dengan memberikan obat antiretroviral (ARV).

Tes HIV untuk calon mempelai hanya sebagian kecil dari epidemi HIV/AIDS jika dibandingkan dengan jumlah laki-laki dan perempuan yang melakukan perilaku seksual berisiko tertular HIV.

Barapa pasangan yang menikah setiap hari di Kota Tangerang? Coba bandingkan dengan jumlah laki-laki yang melakukan hubungan seksual berisiko dengan PSK langsung atau PSK tidak langsung setiap malam.

PSK sendiri dikenal ada dua tipe, yaitu:

(1). PSK langsung adalah PSK yang kasat mata yaitu PSK yang ada di lokasi atau lokalisasi pelacuran atau di jalanan.

(2), PSK tidak langsung adalah PSK yang tidak kasat mata yaitu PSK yang menyaru sebagai cewek pemijat, cewek kafe, cewek pub, cewek disko, anak sekolah, ayam kampus, cewek gratifikasi seks (sebagai imbalan untuk rekan bisnis atau pemegang kekuasaan), PSK high class, cewek online, PSK online, dll.

Bahkan, bisa terjadi mempelai laki-laki yang lolos tes HIV setelah menikah melakukan perilaku seksual berisiko tertular HIV/AIDS.

Jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Tangerang dilaporkan tahun 2016 tercatat 105 kasus, tahun 2017 ditemukan 124 kasus dan tahun 2018 terdeteksi 141 kasus. Maka, dari tahun 2016-2018 di Kota Tangerang terdeteksi 370 kasus HIV/AIDS. Jika dihitung dari tahun 2004-2018 Dinkes Kota Tangerang mencatat jumlah kasus kumulatif HIV/AIDS sebanyak 1.515 (kompas.com, 11/12-2019).

Sedangkan Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah, mengatakan: "Ya, kalau buat kita selama itu kebaikan, demi mencegah perluasan HIV, kalau memang diperlukan terpaksa."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun