Mohon tunggu...
Indah Puspito
Indah Puspito Mohon Tunggu... Lainnya - Ex-Sekretaris Gereja Katolik di Yogyakarta

Waktu adalah kesempatan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hati yang Sepi

14 Maret 2023   15:40 Diperbarui: 14 Maret 2023   15:45 52
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

HATI YANG SEPI

Hati.....
Mendesah pilu dalam kepahitan
Mata sendu merayu kata tak berucap
Bibir terkatup rapat menahan rasa
Kulangkahkan penopang raga perlahan
Di keheningan malam membisu ucap
Nanar....
Namun asa tiba-tiba meronta
Merobek dinding-dinding kelam
Tajam menusuk sukma koma
Terbaring dalam kekelaman
Tak berdaya meraih sukacita
Kenapa....
Kau membisu dalam keheningan
Kelopak menatap sendu bola pijar
Kerut dahi semakin berlipat
Pikiran melayang jauh menembus kaca
"Akankah sepiku berganti tawa... "
Entahlah.........
Mendesah pilu dalam kepahitan
Mata sendu merayu kata tak berucap
Bibir terkatup rapat menahan rasa
Kulangkahkan penopang raga perlahan
Di keheningan malam membisu ucap


Nanar....
Namun asa tiba-tiba meronta
Merobek dinding-dinding kelam
Tajam menusuk sukma koma
Terbaring dalam kekelaman
Tak berdaya meraih sukacita


Kenapa....
Kau membisu dalam keheningan
Kelopak menatap sendu bola pijar
Kerut dahi semakin berlipat
Pikiran melayang jauh menembus kaca
"Akankah sepiku berganti tawa... "
Entahlah....

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun