Mohon tunggu...
Iman kandias
Iman kandias Mohon Tunggu... Dialektika tumbuh bersama tawa

Bersahabat tanpa kelas

Selanjutnya

Tutup

Digital

Sumber Daya Manusia Sektor Publik dan Industri 4.0

19 Oktober 2019   19:00 Diperbarui: 19 Oktober 2019   19:44 0 0 0 Mohon Tunggu...

Belakangan ini sering terdengar kalimat Revolusi industri 4.0 di media televisi, juga media sosial serta beberapa seminar dilakukan mulai di pemerintahan dan juga di kampus-kampus. 

Revolusi industri dikenal sebagai revolusinya teknologi, automatisisasi dan pemprosesan data secara elektronik (digitalisasi) akan mengubah tatanan hamper setiap industry, sistem produksi manajemen hingga sumber daya manusia. Dengan perkembangan digitalisasi di era 4.0 ini seluruh perangkat cerdas termasuk mesin produksi akan segera terkoneksi satu sama lain, seperti mesin computer yang terhubung satu sama lain didalam ruangan pekerjaan.

Teknologi yang modern dinilai akan memberikan dampak efisiensi dalam pekerjaan seperti didalam dunia pendidikan ruang belajar itu sekarang tidak hanya serta merta didalam ruangan kelas saja.

Akan tetapi didalam era 4.0 dunia pendidikan bias saja kita nikmati lewat dunia digital seperti melihatnya dari ''youtube'' media sosial yang sekarang lagi dinikmati masyarakat di seluruh dunia. Layanan digital tersebut sangat mdah diakses.

Bisa dari perangkat seluler, laptop, dan computer. Dalam hal ini dunia digitalisasi menjadi sebuah kenyataan bagi masyarakat  di seluruh dunia tanpa memandang negara maju ataupun negara terbelakang sekalipun.

Sumber Daya Manusia sektor publik dalam menyikapi 4.0 memiliki rasa antusias dan mencoba menikmati dunia digital tersebut. Mengenai hal tersebut saya mellihat ada 3 aspek  publik dalam menyikapinya yaitu:

1. Mencari konten pendidikan

Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Pengguna jenis konten pendidikan itu mencapai 124 juta pengguna Dalam era digitalisasi tersebut masyarakat yang super sibuk sekalipun mampu mencari sumber pengetahuannya lewat dunia digital sesuai dengan kebutuhannya pada saat itu juga seperti kita bisa saja mengakses media sosial seperti Instagram dengan memberikan pelayanan akses IGTV yang memiliki durasi sepuluh menit lebih untuk menonton tayangan sesuai kebutuhan masing masing ataupun media sosial lainnya yang memberikan konten video pendidikan.

Perkembangan di era 4.0 ini sudah gampang untuk menuntut ilmu, tidak mesti membayar uang kuliah/uang sekolah dan uang uang lainnya, cukup menunggah atau menontonnya via media sosial yang menyajikan konten-konten pendidikan sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing. Imovasi tersebut mampu mengubah cara manusia hidup untuk menikmati pendidikan setiap waktu mulai dari pagi siang hingga malam. Konten pendidikan ini juga diminati oleh masyarakat secara umum mulai dari remaja hingga orangta sesuai dengan apa yang dibutuhkan saat itu juga.

2. Youtuber

Dalam hal ini publik menyadari bahwa digitalisasi sangat digemari terkhusus masyarakat indoensia dengan berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memberikan keterangan bahwa 129,2 juta (96,8%) hal itu digunakan untuk mengakses media sosial. masyarakat yeng mengetahui bahwa pengguna internet dalam mengakses media sosial sebanyak 129,2 juta tersebut langsung mencari peluang untuk mencari rezeki. Seperti belakangan ini masyarakat berlomba-lomba untuk menjadi youtuber, memberikan konten kreator di media sosial yang bernama youtube tersebut. Seperti yang dilansir oleh https://ruanglaptop.com/berapa-penghasilan-youtuber/ gaji Atta Halilintar dari sebuah konten yang dibuatnya dan di ungguh ke youtube bisa mencapai 490jt perbulannya, hal ini dikarenakan banyak yang melihat konten tersebut dan mengsubscribe channel nya tersebut. Inovasi dari dunia digital tersebut dapat menciptakan lingkungan global yang mampu membawa miliaran orang masuk ke dalam ekonomi global. Media sosial seperti youtube ini dapat membawa kita mengakses produk dan layanan ke model pasar yang benar-benar baru sehingga semua orang mampu memiliki kesempatan untuk belajar dan menghasilkan dengan cara baru seperti konten saat ini digeluti oleh Atta Halilintar yang dijuluki king of youtube asia. Jika konten hiburan di media sosial tersebut juga dinikmati oleh masyarakat pada umumnya, hanya saja para generasi Z yang lebih sering mengakses konten-konten dari para youtuber.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2