Mohon tunggu...
Imam Wiguna
Imam Wiguna Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan swasta

Karyawan swasta, ayah dua anak, tinggal di Bogor.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Kayumanis Obat Kencing Manis, Kok bisa?

15 Januari 2018   19:44 Diperbarui: 15 Januari 2018   19:55 1125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Namanya saja kayumanis. Kalau bubuk kayumanis itu dicicip, rasanya juga manis. Yang manis-manis biasanya musuh bagi penderita kencing manis. Namun, penelitian membuktikan kayumanis justru dapat mengendalikan kadar gula darah pasien kencing manis, bahkan telah teruji secara klinis. 

Salah satunya hasil penelitian Alam Khan MS PhD dan rekan dari Departemen Gizi Manusia, Universitas Pertanian Peshawar, Pakistan. Khan melakukan penelitian pada 30 diabetesi tipe 2 pria dan 30 diabetesi tipe 2 wanita yang seluruhnya berusia lebih dari 40 tahun. Seluruh pasien itu dibagi ke dalam 6 kelompok. Tiga kelompok di antaranya merupakan plasebo. 

Pasien pada kelompok plasebo rata-rata sudah mengidap diabetes selama 6---7 tahun. Sementara tiga kelompok sisanya diberi perlakuan dengan mengonsumsi ekstrak kayumanis dalam bentuk kapsul dengan dosis masing-masing 1 g, 3 g, dan 6 g per hari. Pasien pada kelompok perlakuan rata-rata sudah mengidap diabetes lebih dari 7 tahun. Penelitian itu berlangsung selama 60 hari.

Hasil penelitian menunjukkan kadar gula darah seluruh pasien yang diberi asupan ekstrak kayumanis menurun signifikan yakni mencapai 18---29% setelah 40 hari perlakuan. Pada pasien yang diberi asupan 6 g ekstrak kayumanis per hari mulai menunjukkan penurunan kadar gula darah sejak hari ke-20.Ibarat pepatah sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui, itulah yang terjadi pada kelompok pasien yang mengonsumsi ekstrak kayumanis. 

Bukan hanya kadar gula darah turun, kadar trigliserida mereka juga turun 23---30% setelah 40 hari perlakuan. Begitu juga dengan kadar kolesterol total yang menurun hingga 13---26%. Kadar low densitiy lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat turut anjlok hingga 10---24%. Namun, konsumsi ekstrak kayumanis tak mampu meningkatkan high density lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik.

Menurut Khan dalam jurnal yang diterbitkan media publikasi Asosiasi Diabetes Amerika, Diabetes Care, kayumanis mampu membantu menurunkan kadar gula darah dengan mengaktifkan sintesis glikogen. 

Selain itu kayumanis juga meningkatkan serapan glukosa dan menghambat glikogen sintase kinase-3 beta sehingga mengurangi resistensi insulin. Ekstrak kayumanis juga mampu meningkatkan aktivitas reseptor insulin kinase, menghambat defosforilasi reseptor insulin, dan memaksimalkan fosforilasi reseptor insulin. Seluruh efek itu akan meningkatkan sensitivitas insulin.

Polimer tipe-A

Konsultan industri makanan dan gizi di Amerika Serikat, Densie Webb PhD RD, dalam buku A Scientific Review Cinnamon and its Role in Diabetes, menyebutkan kayumanis kaya kromium. Unsur itu merupakan mineral esensial yang diperlukan tubuh untuk metabolisme karbohidrat. Namun, senyawa yang paling berperan dalam mengendalikan kadar gula darah adalah polimer tipe-A polifenol rantai ganda. Senyawa unik itu terbukti secara klinis meningkatkan metabolisme glukosa. Salah satu perusahaan farmasi di Amerika Serikat telah mematenkan senyawa aktif itu dan mengolahnya menjadi suplemen untuk membantu mengendalikan kadar gula darah.

Menurut anggota staf Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Dr Abdul Mun'im MSi Apt, kayumanis juga membantu mengendalikan kadar gula darah dengan cara menghambat aktivitas alfaglukosidase, yakni enzim yang berperan mengubah karbohidrat menjadi glukosa. Karbohidrat dicerna oleh enzim di dalam mulut dan usus menjadi gula yang lebih sederhana, lalu diserap ke dalam tubuh dan meningkatkan kadar gula darah.

Dalam proses pencernaan karbohidrat, pankreas melepaskan enzim alfaglukosidase ke dalam usus untuk merombak karbohidrat menjadi oligosakarida. Setelah itu oligosakarida diubah lagi menjadi glukosa oleh alfaglukosidase yang dikeluarkan sel-sel usus halus yang kemudian diserap ke dalam tubuh. Dengan penghambatan aktivitas alfaglukosidase, kadar glukosa dalam darah dapat kembali pada ambang batas normal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun