Mohon tunggu...
Abdullah al-jakarty
Abdullah al-jakarty Mohon Tunggu...

santri biasa

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Batalkah Puasa Jika Memasukkan Obat ke 'Lubang' di Badan?

31 Juli 2012   21:29 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:23 4239 7 0 Mohon Tunggu...

Pernahkah  Anda sakit? Saya yakin sering.

Pernahkah Anda sakit lalu berobat ke dokter? Saya yakin itu sering juga.

Pernahkah Anda sakit lalu berobat ke dokter kemudian Anda diberi resep obat? Saya yakin itu pun sering terjadi.

Tapi pernahkah Anda sakit lalu berobat ke dokter kemudian dokter memberikan Anda resep obat yang cara mengonsumsinya dengan memasukkannya ke 'lubang' yang ada di tubuh kita? Nah, untuk yang ini, saya yakin jarang terjadi.

Yang jadi pertanyaan saya sekarang adalah bukan apa sih obat yang 'langka' itu dan bagaimana sih rasanya di'sentuh' itu, tapi pertanyaannya adalah apa sih hukumnya menggunakan obat itu ketika berpuasa? Apakah itu akan membatalkan puasa?

Simak jawabannya berikut ini:

ما حكم استعمال التَّحاميل في نهار رمضان إذا كان الصائم مريضاً ؟.

Apa hukumnya menggunakan suppositoria (obat yang dimasukkan ke anus atau vagina atau lubang atau celah pada tubuh lainnya) di siang hari bulan Ramadhan jika orang yang berpuasa mengalami sakit?

الحمد لله

لا بأس أن يستعمل الإنسان التحاميل التي تكون من دبره إذا كان مريضاً ، لأن هذا ليس أكلاً ولا شرباً ولا بمعنى الأكل والشرب .



Segala puji bagi Allah

Tidak mengapa seseorang menggunakan obat yang dimasukkan lewat anus jika ia sakit. Karena ini bukanlah makan dan minum dan bukan pula bermakna makan dan minum.

والشارع إنما حرّم علينا الأكل والشرب ، فما قام مقام الأكل والشرب أعطي حُكم الأكل والشرب ، وما ليس كذلك فإنه لا يدخل فيه لفظاً ولا معنى ، فلا يثبت له حكم الأكل والشرب " .

فتاوى الشيخ ابن عثيمين ج/1 ص/502.



Allah hanyalah melarang kita makan dan minum (ketika berpuasa). Apa yang menggantikan posisi makan dan minum, diberikan hukum seperti makan dan minum. Adapun yang tidak seperti demikian, maka tidak termasuk itu (makan dan minum)baik dari sisi lafazh maupun makna. Makanya tidak berlaku baginya hukum makan dan minum.

(Fatwa Syaikh Ibnu 'Utsaimin juz. 1 hal. 502)

Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/22927

http://abdullahaljakarti.wordpress.com/

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x