Mohon tunggu...
abang redi ilyasa
abang redi ilyasa Mohon Tunggu...

saya punya motto hidup "yang paling mahal di dunia ini adalah kesederhanaan". sangat suka basket, sepakbola, musik, trekking dan travelling.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Enteng Jodoh Berkat Aura (Nasehat Para Pakar)

19 Agustus 2010   01:32 Diperbarui: 26 Juni 2015   13:54 1976 0 6 Mohon Tunggu...

Membahas perjodohan adalah hal yang selalu menarik. Selain dikarenakan terkait dengan kebutuhan manusia yang fitrah, selalu saja ada cerita atau misteri dibalik berat dan entengnya jodoh. Makin menarik ketika dijumpai fakta bahwa tampilan fisik ternyata tidak menentukan berat atau mudahnya seseorang berjodoh. Ada wanita yang cantik tapi jodohnya susah, ada juga yang tak rupawan namun jodohnya mudah. Begitu juga dengan pria. Adakalanya pria yang tampan dan gagah malah sulit sekali mendapatkan jodoh, sementara pria yang kurus kerempeng dengan wajah ‘pas-pas’-an malah dengan mudahnya memikat hati wanita. Kim Mayfield, seorang konsultan perkawinan dari Family Dynamic Institute yang berpusat di Toronto, Kanada, mengatakan, berat-ringan-nya seseorang mendapatkan jodoh sangat ditentukan oleh watak atau sifat kesehariannya. Wataklah yang menjadi daya tarik utama bagi calon pasangan hidup, bukan penampilan fisik ataupun hal-hal bersifat materiil lainnya. Jikalau ada pria maupun wanita yang menikah karena alasan-alasan yang bersifat fisik, maka dalam perjalanannya ikatan percintaan mereka akan mudah sekali renggang, atau jika dipaksakan untuk terus bersamapun keduanya akan sama-sama merasa seperti duduk diatas bara api. Maha Guru Ching Hai, seorang guru spiritual yang populer dengan metode olah batin Quan Yin-nya (suatu metode olah batin yang diperkirakan punya 20.000 pengikut diseluruh dunia) pernah menyatakan, watak atau sifat seseorang inilah yang menentukan warna aura tubuhnya. “Aura berbeda dengan cahaya. Warna aura berbeda-beda: kadang-kadang hitam, kadang-kadang berwarna kopi, dan kadang-kadang kuning atau merah. Tergantung pada temperamen watak atau sifat yang ditunjukkan seseorang pada saat-saat tertentu. Tetapi, ketika Anda melihat orang dengan aura rohani yang kuat, Anda tahu auranya berbeda.”jelasnya disaat menerangkan kaitan antara watak dengan warna aura tubuh. Secara rinci wanita kelahiran Vietnam ini menyebutkan pula beberapa warna aura yang lazimnya terpancar dari tubuh berkat watak seseorang, seperti :

  1. Hitam    :      Orang yang suka berpikiran negatif
  2. Merah     :     Orang yang sifat dasarnya temperamental
  3. Coklat     :    Orang yang sifat dasarnya rakus dan mementingkan diri sendiri
  4. Abu    :     Orang yang suka bersedih dan takut berlebihan.
  5. Oranye:     Orang yang ambisius
  6. Kuning:     Orang yang cerdas
  7. Hijau     :    Orang yang sifatnya baik sehingga keberadaannya menyejukkan dan ketiadaannya menimbulkan kehilangan besar
  8. Biru     :    Orang yang agamis,taat aturan hidup dan bercita-cita mulia
  9. Putih     :    Orang yang punya kesukaan mengoptimalkan potensi ruhaniah

Adanya kaitan atau pengaruh antara watak, warna aura tubuh dengan perjodohanpun dikemukakan oleh H.M. Bambang Irawan S, seorang pakar pengobatan holistik. “Seseorang yang ingin dimudahkan ridzki dan mendapatkan jodoh terbaiknya dari Allah, maka dia harus membersihkan hati dan batinnya dari sifat-sifat buruk.”terang beliau. Bila sifat-sifat baik itu sudah menjadi kebiasaan dan menjadi watak kesehariannya, maka aura yang terpancar dari tubuhnyapun akan mampu memikat orang lain. “Untuk memperkuat aura,” tambah pendiri padepokan Terapi Nursyifa itu,”...seseorang mesti terbiasa ikhlas dalam mengarungi segala episode hidupnya. Ikhlas ini intinya adalah menerima, dan kesanggupannya menerima itulah yang akan membuat dirinya memikat dan bisa diterima juga oleh orang lain.” Cara Konkret Memancarkan Aura Kita Agar aura terpancar dan sanggup memikat calon pasangan, Pamala Oslie, seorang psikolog dan pakar Aura-Colors yang kerap menjadi konsultan para selebritis dunia menyarankan dua buah tips konkret. Pertama, hendaknya selalu berpikiran positif, tidak saja kepada calon pasangan namun juga pada siapapun orang yang berinteraksi dengan diri. Kedua, hendaknya selalu bersikap luwes, bisa bergaul dengan siapa saja, namun bukan berarti menjadi pribadi yang “gampangan”. Pikiran positif diindikatori oleh sifat atau kecenderungan untuk selalu berprasangka-baik kepada orang lain, meskipun orang lain itu tampak buruk dihadapan diri. Misalnya, ketika kita tiba-tiba menyaksikan notulen rapat kita menguap juga tampak ogah-ogahan mendokumentasikan apa yang sedang dibahas dalam rapat. Bila kita dipandu oleh pikiran negatif, maka saat itu kita tentu akan langsung menghardik, menganggap dan menyebutnya pemalas serta kurang sopan santun. Namun bila pikiran positif yang dominan dalam watak diri kita, maka menyaksikan keadaan itu kita akan lebih dulu memberikan kesempatan padanya untuk rehat dari rapat, sambil kemudian menanyakan alasannya secara halus dan terhormat. Sikap luwes adalah sifat kedua yang disarankan oleh Pamala Oslie, bagi siapa saja yang ingin memancarkan aura tubuh yang baik dalam kesehariannya. “Inti dari sikap luwes bukanlah “gampangan”, centil atau sikap yang dibuat-buat,”nasehat wanita yang akrab disapa Pam ini. Untuk menjadi luwes Pam pertama-tama menganjurkan : setiap person hendaknya menerima apapun keadaan dirinya, jika dia ingin menjadi pribadi yang luwes. “Luwes adalah wajar, tidak kaku dalam bergaul dan tidak berlebihan atau mengada-ada dalam bersikap,”jelas Pam saat memandu acara “Mind, Body & Spirit”, yang sangat populer dikalangan para pemirsa radio di Amerika Serikat dan sekitarnya. So, bagi mereka yang kebetulan belum mendapatkan jodoh dan ingin dientengkan jodohnya, bisa mulai menerapkan apa yang disarankan oleh Pamala Oslie, mulai saat ini. Hiasi diri dengan sifat-sifat baik, berhiaslah dengan ikhlas dan sabar, dan biarkan aura tubuhmu memancar dan memikat calon pasangan. Selamat mencoba dan jangan lupa mensyukuri karunia Tuhan jika kelak sudah mendapatkan jodohnya.(abangedi/kompasiana)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x