Mohon tunggu...
Ilham Nasrullah
Ilham Nasrullah Mohon Tunggu... Muhammad Ilham Nasrullah

The best way to predict the future is to create it - Josaphat

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Amor Fati, Sebuah Hadiah dari Tuhan

18 Juni 2019   00:01 Diperbarui: 18 Juni 2019   00:01 0 0 0 Mohon Tunggu...

"Berbahagialah dengan senyuman itu, bersyukurlah dengan kehangatan itu...  Dan jangan berkabung! Saat kerenggangan pun terasa! 

Berguguran kalimat itu jatuh dari pohon pembendaharaan kata, saat Saya tengah di hadiahkan pemandangan indah dari kebersamaan teman kuliah Saya lewat stori-Whatsapp nya, yang tak terasa kami tengah menuju perkuliahan semester lima! 

Ya. Bicara soal hadiah, takdir juga merupakan hadiah tanpa pernah kita memintanya. Tapi, apa iya, sampai detik ini kita mencintai takdir?

"Mencintai takdir meskipun takdir begitu berat dan menyakitkan, kehadirannya begitu brutal dan memilukan." Adalah kesudian manusia untuk menerima takdir dengan cinta kasih mereka, meskipun kadang, takdir tersebut adalah bertentangan dengan apa yang kita kehendaki. 

Terejawantahkan secara sederhana; menerima sepenuh hati keadaan Anda saat ini, artinya, Anda telah berdamai dengan masalalu Anda--sebuah proses yang berliku, tak terelakkan bila hal itu selalu bersinggungan dengan ke khilafan--karena hal itu telah terjadi  dan tidak akan ada revisi untuk hal ini, kecuali dengan kemudian terus-menerus bermuhasabah diri dengan tekun, lembut, dan harmonis. Anda telah selesai dengan hidup Anda, artinya Anda telah mengenali diri Anda sendiri (kembali pada salah satu falsafah Yunani kuno: Gnothi s auton) Anda sudah mengenali gejolak emosi Anda, yang dengannya Anda telah fasih mengendalikan diri Anda. Anda tidak meremehkan hidup Anda, tiada penyesalan yang berarti dalam hidup Anda, Anda telah melaksanakan laku (believe in youlself) tiada keraguan akan keputusan-keputusan besar dalam hidup Anda yang Anda ambil, artinya Anda percaya penuh akan diri Anda sendiri. Anda telah mengakui siapa Anda, Nietzsche begitu apik dengan kalimatnya "Amor Fati, Ego Fati." Mencintai takdir, Aku adalah takdir. Kemudian.... Anda telah siap menjalani seberapa beratpun kehidupan di dunia ini.

Seberapakah Anda telah bergaul dengan diri Anda sendiri?  Dan mencintai takdir hidup Anda dalam kehidupan ini? 

De te fabula narratur!  Kisah yang diceritakan adalah tentangmu! 

Aku bersua, maka aku ada. 

Sumenep, 18 Juni 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x