Mohon tunggu...
Ika Septi
Ika Septi Mohon Tunggu... Jurmas

penyuka musik, buku, film dan kerajinan tangan.

Selanjutnya

Tutup

Fesyen Artikel Utama

Ripped Jeans, Ikon Anti-Fashion yang Menjadi Tren Fashion Dunia

1 Mei 2019   16:19 Diperbarui: 1 Mei 2019   22:08 0 10 1 Mohon Tunggu...
Ripped Jeans, Ikon Anti-Fashion yang Menjadi Tren Fashion Dunia
Ripped jeans (Sumber: www.bustle.com)

Akhirnya celana jeans kesayangan saya yang telah berusia 12 tahun robek juga di bagian lututnya. Hal ini membuat saya merasa sendu karena tidak dapat memakainya kembali. Bukan karena tidak lagi mengcover lutut namun sang celana sudah kekecilan akibat berat badan yang berkembang biak tak tentu arah. 

Dulu ada beberapa teman yang mana bisa dihitung dengan jari ayam kerap memakai jeans robek-robek plus mbladus ketika menghadiri perkuliahan. Salut aja dengan keberanian mereka karena sejatinya celana jeans yang sudah mengalami kebolongan tingkat dewa itu tidak boleh diajak serta masuk ke kelas. 

Nah, untuk menghindari amukan dosen, biasanya mereka akan memburu kursi di bagian belakang, mojok semojok-mojoknya agar tidak tertangkap radar kerapihan berbusana.   Pokoknya demi aliran musik eh mode yang mereka anut seberat apapun tantangannya akan mereka jabani. 

Saat itu model ripped jeans memang belum nampak dipasarkan, tidak seperti sekarang . Ya, zaman sekarang, sangat mudah sekali menemukan jeans robek di toko-toko pakaian karena ripped jeans telah menjelma menjadi tren mode yang diakui dunia, tsaahh.

Sebenarnya kapan sih tren ripped jeans ini berawal? 

Kurt Cobain dan gaya ripped jeans yang dipopulerkannya | pinterest.com/mar97cz
Kurt Cobain dan gaya ripped jeans yang dipopulerkannya | pinterest.com/mar97cz
Seperti yang diketahui bahwa celana jeans lahir sekitar tahun 1870-an dari tangan seorang pembisnis asal Jerman bernama Loeb Strauss yang kemudian tanpa membuat bubur merah dan bubur putih berganti nama menjadi Levi Strauss.  

Celana berbahan katun twill ini sangat tahan lama oleh karena itu cocok sekali digunakan oleh para pekerja atau buruh. Satu abad kemudian di antara hiruk pikuk gerakan  punk, ripped jeans yang awalnya ditenggarai sebagai ketidakmampuan para pekerja kelas bawah untuk membeli celana jeans baru menjadi sebuah simbol pemberontakan dan ekspresi kemarahan akan pemerintahan yang konservatif dan juga kepada masyarakat di Inggris sana. Band legendaris Sex Pistol-lah yang mengawali semuanya. 



 

Gigi Hadid dengan rippedjeans-nya | dailymail.co.uk
Gigi Hadid dengan rippedjeans-nya | dailymail.co.uk
Pada tahun yang sama, di Amerika, ripped jeans mulai menjadi sebuah mode yang dipelopori oleh Iggy Pop. Ya, vokalis band punk The Stooges ini mengklaim dirinya sebagai orang pertama yang memperkenalkan model celana sobek ini kepada khalayak.  

Sang Godfather of Punk ini memakai celana yang sama setiap kali mengadakan konser, dan setiap sobekan yang ada di celananya memiliki kisahnya tersendiri.  Satu tahun kemudian, Madonna mempopulerkan ripped jeans bagi kalangan wanita.

Tahun 90-an model celana sobek sana sini itu menjadi ikon anti-fashion di dalam sebuah kumpulan yang menamakan dirinya sebagai komunitas grunge. Grunge tidak menyukai segala sesuatu yang diatur termasuk bagaimana cara mereka berpakaian. Mereka berempati kepada kalangan bawah yang tidak dapat mengikuti tren mode dengan berpenampilan seadanya dan suka-suka.  

Nirvana adalah salah satu band pengusung aliran grunge yang sangat mendukung gerakan anti --fashion tersebut dengan selalu menggunakan ripped jeans di setiap aksi panggungnya. Dari sinilah keberadaan ripped jeans semakin merajalela.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3