Mohon tunggu...
Ika Septi
Ika Septi Mohon Tunggu... Lainnya - Lainnya

Penyuka musik, buku, kuliner, dan film.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Ketika Green Day Menjadi "God's Favorite Band"

15 Januari 2018   16:02 Diperbarui: 15 Januari 2018   19:27 1774
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Celana melorot, rambut berdiri, dan eyeliner yang melingkari mata adalah tiga hal yang melekat dengan vokalis band punk satu ini. Ya, dialah Billie Joe Amstrong, frontman dari band yang baru-baru ini menasbihkan diri menjadi "God's Favorite Band " dalam album teranyar mereka yang rilis bulan November tahun lalu. 

Ditemani dengan dua teman yang setia sejak tahun 90-an, Mike Dirnt dan Tre Cool, Billie Joe menggenapkan perjalanan karir band punk yang telah mendapatkan banyak penghargaan ini dengan merilis album Greatest Hits yang berisi 20 lagu lama serta 2 lagu baru

Dibanding Ramones dan Sex Pistols, Green Day adalah band punk yang paling sering saya dengarkan lagu-lagunya. Mereka memiliki nomor-nomor yang asyik dengan mengandalkan kekuatan 3 sampai 4 chord saja.

Tidak hanya nomor-nomor cepat, band yang telah menelurkan 12 album studio sepanjang karir mereka bermusik ini memiliki nomor-nomor lembut yang memikat seperti Good Riddance (Time of Your Life), Boulevard of Broken Dreams, Wake Me Up When September Ends,dan 21 Guns.

Album mereka yang paling memorable bagi saya tak lain dan tak bukan adalah Dookie. Di rilis tahun 1994, album ketiga band pertama yang dilantik oleh pihak Rock and Roll Hall of Fame dalam sekali nominasi pada tahun 2015 lalu itu telah membuat nama mereka mendunia.

Ilustrasi : punknews
Ilustrasi : punknews
Nomor-nomor seperti  Longview, Basket Case, She, When I Come Around dan Welcome to Paradise menemani masa remaja yang penuh dinamika. Tak salah kiranya bila kelima nomor ini berada dalam album kompilasi kedua mereka ini setelah pada tahun 2001 lalu merilis album kompilasi bertajuk "International Superhits!"

Setelah Dookie meluncur di pasaran,  tak menunggu lama, band yang telah berkarir selama 31 tahun ini merilis Insomniac (1995), Nimrod (1997) dan Warning (2000). Pada tahun 2004, mereka menyajikan rock opera American Idiot, yang mana telah memikat perhatian banyak penikmat musik rock dan terjual lebih dari 6 juta kopi di negaranya. Pada tahun 2009, album 21st Century Breakdown kembali menyapa penggemarnya dilanjutkan dengan album trilogy yang masing-masing bertajuk Uno!, Dos!, Tre! di tahun 2012

Pada tahun 2016 lalu, band yang memenangi Grammy Award untuk album fenomenal mereka Dookieitu meluncurkan sebuah album bertajuk Revolution Radio dibawah naungan label besar Reprise Record. Di album ke-12 mereka ini menempatkan Bang Bang dan Still Breathing menjadi single andalannya. 

Tak menunggu lama, para penggemar kembali di sapa oleh band yang awalnya bernama Sweet Children itu dengan album kompilasi lagu-lagu terbaik mereka.

Album yang judulnya terinspirasi dari perkataan Stephen Colbert ketika memperkenalkan mereka pada acara yang dibawakannya "The Late Show with Stephen Colbert"ini rilis pada tanggal 17 November 2017 lalu itu menempatkan dua nomor baru masing-masing berjudul "Back In The USA" dan "Ordinary World".

Ketika mendengar Back In The USA, saya seakan kembali terlempar ke beberapa puluh tahun lalu ketika mereka masih semangat-semangatnya bermusik. Gebukan drum Tre Cool masih menghentak layaknya beberapa puluh tahun silam namun suara Billie Joe terdengar lebih mature.  Lagu ini ringan-ringan menghibur.

Billie Joe dan Miranda Lambert. Sumber : Rolling Stone
Billie Joe dan Miranda Lambert. Sumber : Rolling Stone
Akan halnya lagu kedua mereka yaitu "Ordinary World" yang berkolaborasi dengan seorang penyanyi country Miranda Lambert ini sedikit membosankan.

Billie seakan menahan vokalnya sedemikian rupa agar terdengar seirama dengan Lambert.  Entah mengapa lagu balad beraroma country ini sedikit mengingatkan saya akan salah satu nomor lama milik Sheryl Crow.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun