Mohon tunggu...
I Gede Sutarya
I Gede Sutarya Mohon Tunggu... Dosen - Penulis dan akademisi pada Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Lahir di Bangli, 8 November 1972 dari keluarga guru. Pendidikan SD sampai SMA di tempat kelahirannya Bangli. Menempuh Diploma 4 Pariwisata di Universitas Udayana selesai tahun 1997, S2 pada Teologi Hindu di IHDN Denpasar selesai tahun 2007, dan S3 (Doktor Pariwisata) di Universitas Udayana selesai tahun 2016.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Pariwisata Bali, Sebuah Harapan dan Kenyataan

27 September 2022   08:42 Diperbarui: 28 September 2022   14:00 603 19 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Pariwisata Bali, Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.  (sumber: SHUTTERSTOCK / GODILA via kompas.com)

Pada hari ini, Selasa (27/9) adalah hari pariwisata dunia (World Tourism Day). Organisasi pariwisata dunia UNWTO memperingati hari pariwisata dunia ini  di Nusa Dua, Bali. 

Pulau Bali menjadi tempat yang baik untuk peringatan ini karena berbagai ketenaran Bali dalam bisnis pariwisata. 

Pada tahun 2018, Bali telah mendatangkan sekitar enam juta wisman. Kunjungan ini telah melebihi jumlah penduduk Bali yang hanya berkisar empat juta jiwa. 

Investasi di bidang pariwisata juga terus berkembang pada sektor atraksi wisata (tempat-tempat rekreasi) dan akomodasi pariwisata. 

Perkembangan ini membuat pemerintah merencanakan bandara udara di utara Bali untuk menyambut kedatangan wisman yang lebih banyak lagi (sekitar 10 juta wisman).

Target 10 juta wisman seharusnya bisa dicapai pada tahun 2020 dan 2021, tetapi pandemi melanda dunia sehingga perkembangan pariwisata Bali terhenti.

Pada tahun 2019 yang merupakan awal pandemi, kunjungan wisman masih sekitar enam juta. Pada tahun 2020 dan 2021, kunjungan wisman turun drastis karena kebijakan protokol kesehatan yang sangat ketat (Diparda Bali, 2022).

Pada tahun 2022 ini, kunjungan wisman mulai beranjak. Data pada Juni 2022, menunjukkan kunjungan wisman mencapai 345,44 ribu (BPS Bali, 2022). Data ini menunjukkan pemulihan pariwisata Bali.

Prestasi pariwisata Bali ini belum memenuhi harapan masyarakat Bali. Harapan masyarakat Bali adalah pariwisata melestarikan kebudayaan Bali, melestarikan lingkungan Bali, dan menyejahterakan masyarakat Bali. 

Dalam pelestarian budaya Bali, pariwisata Bali masih diwarnai isu-isu komersialisasi budaya. Isu wisman masuk pura dengan tidak sopan, menodai kawasan suci, dan berpakaian tidak sopan pada tempat suci masih terus berkembang. Contohnya kasus wisman menaiki pohon yang disucikan masyarakat Bali (tribunenews, 16/6/2022).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan