Mohon tunggu...
Hery Syofyan
Hery Syofyan Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Banyak baca dapat menambah cakrawala pola pikir kita....suka bola & balap..

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Indonesia Masih Bisa Gelar MotoGP?

4 Februari 2016   20:48 Diperbarui: 4 Februari 2016   22:47 250
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hal itu dikatakan, karena sesuai dengan Letter of Intent (LOI) yang sudah ditandatangani pemerintah dan Dorna beberapa waktu lalu itu. Dijelaskan bahwa Dorna akan mulai mengecek sirkuit yang terpilih pada bulan Juni nanti, sementara bulan September sirkuit tersebut harus sudah mencapai minimal progressnya di atas 50%, karena pada bulan November mereka (Dorna/FIM) akan mengeluarkan kalender balapanya untuk musim 2017. Jika ternyata belum siap juga tentu Indonesia akan dicoret.

Menejemen Sentul juga menegaskan bahwa negara tetap harus menjadi pendamping. Karena event ini mengatasnamakan negara/pemerintah apa lagi ada hal-hal teknis terkait dengan fasilitas yang memang memerlukan campur tangan dari pemerintah.

"Itu sebabnya, namanya adalah MotoGP Indonesia, MotoGP Italia, MotoGP Qatar, dan lain-lain. Kalau ada MotoGP Jerez, MotoGP Catalunia, atau MotoGP Valencia, misalnya, itu karena kerja samanya juga dengan pemerintah daerah-daerah tersebut."

Karena itulah maka promotion fee  akan tetap menjadi tanggungan pemerintah sebesar 7 juta euro per tahun dan itu pun masih ada kelonggaran dari pihak Dorna : 50% dibayarkan dua bulan sebelum event, sisanya dua bulan setelah penyelenggaraan.

Selanjutnya advisor Sirkuit Sentul, Irawan Sucahyono juga menjelaskan bahwa "Pada pertemuan-pertemuan awal di pertengahan 2015, MotoGP ini sebenarnya ditawarkan Dorna kepada Kementerian Pariwisata, sebagai bagian dari program promosi Indonesia. Bahwa kemudian dialihkan kepada Kemenpora, itu hal yang sangat wajar, karena memang ada unsur olahraganya di situ. Makanya, ketika event ini diputuskan sebagai programnya pemerintah, sejak awal rapat-rapat MotoGP juga selalu dihadiri oleh perwakilan dari berbagai institusi terkait, seperti Kemsesneg, Kemendagri, KemenPUPera, Bekraf, BKPP, dan lain-lain, untuk mendapatkan konsep terbaik," papar Irawan.

Jadi sekali lagi ditekankan bahwa menejemen sirkuit Sentul tetap menegaskan kesanggupannya. Hal-hal yang menjadi ranahnya pemerintah adalah yang sifatnya "memfasilitasi".seperti "Keamanan, misalnya, itu 'kan ranahnya negara, karena tidak mungkin dilakukan oleh swasta. Soal cukai, misalnya, karena akan ada banyak sekali logistik yang harus masuk ke Indonesia. Di situ pemerintah dapat memudahkan memfasilitasi, karena itu memang ranahnya mereka." serta menambahkan "Intinya, jika dipercaya pemerintah, Sentul siap. Bersama swasta, bergandengan tangan dengan pemerintah, kami siap memberikan yang terbaik untuk gelaran MotoGP Indonesia ini,"

 

sumber foto : www.blogotive.com

Dengan melihat apa yang sudah ditulis diatas khususnya mengenai pertemuan Kemenpora dan Dorna kemaren serta berubahnya sikap sentul. Apakah kita masih bisa berharap Indonesia Masih Bisa Gelar MotoGP? Sesuai judul tuilisan diatas? Sementara dengan gencarnya pemberitaan Indonesia akan jadi tuan rumah motoGp ini membuat masyarakat Indonesia menjadi semakin akrab dengan dunia MotoGP dan ditambh lagi dengan seringnya para pebalap Top MotoGP mampir ke sini seperti Rossi, Lorenzo, Dani Pedrosa, Marc Marquez, Pol Espargaro dll.

Bahkan sebagian dari mereka sudah mulai mondar-mandir datang ke negeri ini untuk menghibur penggemarnya. Seperti minggu lalu Rossi muncul di Bali untuk memperkenalkan motor barunya. Dan minggu depan Pedrosa dan Marquez juga direncanakan ke Jakarta akan kembali menyapa fans Indonesianya di Sirkuit Sentul.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun