Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Penulis - Cerpenis.

Nomine Terbaik Fiksi dalam Penghargaan Kompasiana 2021. Enam buku antologi cerpennya: Rahimku Masih Kosong (terbaru) (Guepedia, 2021), Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (Guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (Guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (Guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (Guepedia, 2021). Satu buku antologi puisi: Coretan Sajak Si Pengarang pada Suatu Masa (Guepedia, 2021). Dua buku tip: Praktik Mudah Menulis Cerpen (Guepedia, 2021) dan Praktik Mudah Menulis Cerpen (Bagian 2) (Guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Memahami Keunikan Cerpen-cerpen Budaya

18 Oktober 2021   18:59 Diperbarui: 19 Oktober 2021   16:42 573 23 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi budaya, sumber: Thinkstock/AnnaSunny via Kompas

Seberapa sering Anda membaca cerpen buatan pengarang dalam negeri? Pernahkah Anda membaca cerpen bernuansa budaya? Saya sempitkan pengarangnya berdomisili di dalam negeri, karena tentu, yang sebagian besar lebih mengerti budaya Indonesia adalah orang kita sendiri.

Barangkali ada cerpen mengupas budaya luar negeri, itu hal lain. Kita fokus saja yang di dalam. Sekaligus menaikkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya sendiri.

Indonesia adalah tempat berbagai budaya tinggal. Banyak suku, adat istiadat, kepercayaan, kebiasaan, dan unsur budaya lain yang masih terpelihara baik bahkan mungkin berkembang di seantero wilayah Indonesia.

Budaya menurut KBBI berarti:

pikiran; akal budi: hasil --
adat istiadat: menyelidiki bahasa dan --
sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju)
sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar diubah

Peran cerpen dalam melestarikan budaya

Selain kebiasaan itu bertahan dan masih dilakukan oleh suku-suku, diabadikan pula dalam bentuk tulisan ilmiah oleh sebagian akademisi yang tertarik dan ahli di bidang budaya.

Masih ada lagi para pengarang yang sedikit banyak berkontribusi mengenalkan budaya dalam karya fiksinya, entah novel atau cerpen.

Taruhlah cerpen "Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon" karya Faisal Oddang, menjadi cerpen pilihan Kompas tahun 2014 dan terbaik, sehingga dijadikan sampul buku.

Cerpen
Cerpen "Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon" karya Faisal Oddang, sumber: dokumentasi pribadi
Kurang lebih ceritanya menggambarkan kebiasaan masyarakat Toraja dalam menguburkan bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi pada bilik-bilik dalam tubuh pohon Tarra.

Lebih lanjut, berdasarkan Merdeka.com:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan