Hilman Fajrian
Hilman Fajrian Profesional

Founder Arkademi.com

Selanjutnya

Tutup

Iptek

Inilah Jalan Keabadian Manusia

28 Mei 2015   14:08 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:30 199 0 0
Inilah Jalan Keabadian Manusia
14327966141296223641

[caption id="attachment_420956" align="aligncenter" width="576" caption="Project Avatar (2045 Initiative)"][/caption]

Kalau anda pernah nonton film Transcendence, Lucy atau Chappy, kisah fiksi sains itu sudah dekat dengan kenyataan. Begitu lah masa depan dan keabadian manusia dirancang. Komputer akan mengunduh (download) isi otak manusia dan mengunggahnya (upload) ke dalam mesin. Dalam mesin itu manusia akan hidup selamanya -- selama mesin itu tak hancur. Soal tubuh, kan tinggal buat tubuh robotik.

25 Mei lalu Telegraph memberitakan, Dr Hannah Critchlow dari Cambridge Neuroscience mengklaim bahwa jika ada sebuah komputer yang mampu menciptakan 100 triliun koneksi dengan otak, maka isi otak bisa diunduh. Ia mengatakan meski otak sangat kompleks, sebenarnya otak bekerja seperti papan sirkuit komputer.

"Dan para ilmuwan telah memahami fungsi masing-masing bagian itu," ujarnya pada Hay Festival di Wales belum lama ini.

Jadi, tantangannya adalah menciptakan mesin atau komputer dengan 100 triliun koneksi ke otak itu. Bila mesin tersebut bisa diciptakan, Critchlow mengatakan manusia bisa hidup dalam mesin.

"Itu (kesadaran otak hidup dalam mesin) benar-benar mungkin," tuturnya.

KEABADIAN DAN PENINGKATAN

Dalam dunia neuroscience dan robotik, yang disampaikan Critchlow sebenarnya bukan barang baru. Ini adalah bagian dari pengembangan Whole Brain Emulation (WBE) atau mind uploading. Risetnya sudah ada sejak 1985. Pada 2007 perusahaan komputer IBM menyediakan komputer super bernama Blue Gene untuk menyokong riset ini. Diyakini, perlu kapasitas hardisk 20.000 Terrabyte untuk menampung semua kapasitas otak manusia. Riset ini belum dilakukan terhadap manusia, bahkan ke hewan pun kabarnya belum diizinkan.

Beberapa miliarder yang ikut mendukung program WBE ini antara lain Sergey Brin dari Google, Larry Ellison dari Oracle, Peter Thiel pendiri Paypal, Dmitry Itskov sampai Paul Glenn. Semuanya menyebutkan 'membenci kematian'.

Tujuan WBE utamanya ada 2: immortality/backup (keabadian/cadangan) dan speedup (peningkatan). Lewat WBE kesadaran bisa dipindahkan ke mesin yang usianya jauh lebih panjang daripada usia tubuh manusia. Bayangkan kita tak perlu kehilangan ide dan pemikiran Stephen Hawking bila ia wafat kelak. Manusia jenius itu masih akan 'tetap hidup' di tengah peradaban kita.

Soal peningkatan, bayangkan kesadaran Hawking yang disimpan ke dalam komputer, lalu dicampur dengan kesadaran milik Bill Gates misalnya. Dicampur lagi dengan kesadaran milik Larry Page. Cara kerjanya hampir sama dengan kita meningkatkan (upgrade) kapasitas komputer.

Tak cuma itu, WBE juga bisa disalin (mind copy). Bukan mustahil kalau anda perlu 'seorang Hawking' di rumah anda, tinggal beli software Hawking versi WBE. Ketika WBE ini terwujud, manusia sudah masuk ke dalam fase Transhuman dimana manusia tak lagi tergantung pada fisiknya. Film Lucy dan Transcendence adalah gambaran Transhuman.

2045 Initiative yang dibiayai oleh Dmitry Itskov bahkan telah memulai Project Avatar yang berupaya menciptakan 'enabler' bagi manusia menerabas keterbatasannya, termasuk kematian. Konsepnya sama dengan WBE, tapi sekaligus menciptakan avatar bagi manusia dalam bentuk hologram. Kira-kira seperti film Surrogates yang dibintangi Bruce Willis.

TAKDIR DAN ANCAMAN

WBE utamanya ditentang oleh kalangan religius yang percaya bahwa kesadaran dan usia manusia hanya milik Tuhan. Kesadaran yang turut diartikan sebagai roh atau jiwa tidak pantas untuk dipindahkan atau disalin ke dalam mesin.

WBE juga dipandang sebagai ancaman masa depan terhadap ras manusia. Ketika kesadaran (terutama dari orang-orang cerdas) dipindahkan ke mesin dan ia mampu mengembangkan diri secara mandiri dan supercepat, WBE bisa memusnahkan ras manusia. Karena ras manusia yang terikat pada jasad dianggap sebagai ras lebih rendah dibanding Transhuman. Maka yang kita lihat seperti yang terjadi pada film Transcendence.

Bersediakah anda hidup abadi dalam sebuah mesin? (*)