Mohon tunggu...
Bimsa
Bimsa Mohon Tunggu... Pengarang Novel

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Institut Seni Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Novel

#5 Ngomongin Daffa

12 Januari 2020   10:10 Diperbarui: 17 Januari 2020   19:21 54 1 0 Mohon Tunggu...
#5 Ngomongin Daffa
seragam sekolah

RAKA

" Jadi aku kenal Daffa sudah sangat lama, kuingat sejak kami berada di bangku kelas satu SMP. Dan dalam waktu yang lama itu tentu aku sudah mengenalnya dengan baik, terutama kebiasaan menggambarnya yang kadang menyusahkan orang. 

Kalian tau? Dia benar-benar suka dengan menggambar, sampai-sampai selalu datang ke sekolah dengan tas yang hanya berisi dua buah buku catatan dan beberapa yang kulihat cukup banyak, buku gambar dengan berbagai macam jenis yang tebal. 

Bahkan dia lebih suka mencatat pelajaran di buku gambarnya yang polos tak bergaris kemudian menghiasnya dengan spidol warna. Yang paling menjengkelkan adalah saat dia tiba-tiba mengambil dan membuka buku tulisku terus menyoretinya dengan gambar yang aneh. Gambarnya memang bagus, tapi ya tidak harus di buku tulisku kan. 

Aku hanya akan diam lalu memukul kepalanya dengan penggaris plastikku. Oh ya, satu lagi, dia punya kebiasaan menggambari papan tulis dengan spidol kelas yang selalu aku isi tintanya di depan ruang TU. Saat aku protes padanya, dia hanya bilang "udahlah, ini cara agar kita bisa keluar di saat jam pelajaran bukan? Mengisi tinta spidol ini". Cukup. Aku sudah  tidak tau lagi dengan bocah itu, sungguh."

Airlangga Daffa
Airlangga Daffa
TASYA

"Aku tidak yakin apa Daffa bisa bertahan untuk..  Let say, di dunia yang keras ini. Dia sungguh tidak bisa melakukan semua pekerjaan dengan benar, tapi kurasa kalian sudah tau pekerjaan apa yang benar-benar bisa dia kerjakan dengan baik. 

Mungkin selain dia ceroboh dan pelupa bisa jadi karena dia adalah yang termuda diantara kami berempat atau bahkan di kelas, aku, Salsa, dan Raka selalu menjaga bahkan melindunginya. Pernah beberapa waktu yang lalu dia terkunci di ruang seni sekolah yang berada di pojok lantai dua koridor. 

Aku tidak tau bagaimana bisa terkunci di ruang kecil itu padahal dia sendiri yang memegang kunci. Ah, tapi biar Daffa sendiri yang cerita pada kalian di episode barunya nanti. Atau nggak waktu dia pernah membuat hidung Salsa mengeluarkan darah hanya karena dia melepas colokan kipas angin di kamarnya. Aku tau Salsa pasti benar-benar sangat ingin membunuhnya saat itu. 

Oh ya, kami menjuluki dia dengan nama "Manusia Kertas" bukan karena kegemarannya menggambar di kertas ya, itu karena dia sangat lemah seperti kertas. Saking lemahnya, dia bisa terjatuh hanya karena hembusan angin. Dirinya seperti seseorang yang  hendak berusaha melawan hukum gravitasi."

SALSA

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN