Mohon tunggu...
Hafiz Hasibuan
Hafiz Hasibuan Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Filsafat Islam

Tinggal di Iran sambil studi

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Permintaan Gus Dur kepada Ayatullah Khamenei

20 September 2020   21:20 Diperbarui: 20 September 2020   21:30 1548
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ketika Gus Dur sebagai presiden Indonesia saat itu bertemu dengan pemimpin Revolusi Republik Islam Iran Ayatullah Khamenei meminta untuk menyebarkan pemikiran pemikir besar Iran seperti ayatullah Imam Khumaini, Syahid Muthahari, Mulla  Sadra, dan Syeikh Mufid ke tengah pemikiran dunia Islam dan bangsa-bangsa muslim.

Sebagai seorang WNI yang tinggal di Iran, saya merasa senang jika menemukan jejak tokoh besar negara saya di negara lain. Jejak pertemuan dua tokoh besar dunia tersebut saya temukan ketika berselancar di internet. Pertemuan itu tercatat dalam website resmi Ayatullah Khamenei pada tanggal 15 juni 2000.

Orang yang mengenal Gus Dur tidak akan bingung dengan permintaan Gus Dur. Contohnya adalah tulisan saya sebelumnya yang menulis bagaimana Gus Dur mengidolakan Ayatullah Imam Khumaini.

Ketika Gus Dur berharap pemikiran empat tokoh Iran yang namanya telah disebutkan di atas untuk disebar ke negara-negara muslim, pasti sebelumnya Gus Dur telah mengenal pemikiran mereka. Keempat tokoh tersebut juga telah tiada. Tapi menurut Gus Dur pemikiran mereka masih layak untuk di sebarkan. Gus Dur senang jika umat manusia, terkhusus umat Islam dapat saling berinteraksi menyampaikan pemikiran masing-masing sehingga tercipta watak kosmopolitanisme.

Jika saya ditanya kenapa Gus Dur ingin menyebarkan ide-ide mereka yang akidah, zaman dan tempatnya berbeda dengan masyarakat Islam kebanyakan. Maka saya akan menjawab bahwa pemikiran keempat tokoh tersebut memiliki persamaan tentang rasionalitas. Rasionalisme akan tetap ada pada manusia kapanpun dan dimanapun. Karena esensi manusia adalah rasionalitas itu sendiri. Mereka adalah agamawan tetapi pemikiran mereka tidak lepas dari akal dan filsafat.

Keempat tokoh di atas sangat terkenal di Iran. Saya akan mengulas sedikit tentang kehidupanmereka.

1. Ayatullah Imam Khumaini

Ayatullah Imam Khomeini by tasnimnews.com
Ayatullah Imam Khomeini by tasnimnews.com
Ayatullah Imam khumaini yang wafat pada tahun 1989 adalah Pemimpin Revolusi Republik Islam Iran. Selain berstatus pemimpin revolusi di iran, beliau juga seorang marja' sehingga sebagian kaum syiah mengikuti hasil ijtihadnya dalam persoalan Fiqih. Persoalan ini mungkin hanya terkhusus untuk Iran dan pengikut Islam syiah.

Sebelum memimpin revolusi Imam Khumaini aktif menulis tentang Filsafat dan Sufistik. Buku Al-Hasyiatu Alal Asfar adalah buku yang menjelaskan tentang buku filsafat Mulla Sadra.
Begitu juga dengan persoalan Sufistik dimana beliau menulis Ta'liqatun Ala Syarhi Fushushul Hikam yang menjelaskan tentang Fushus Al-Hikam Ibnu Arabi.

Berdasarkan konsep filsafat dan sufistik yang beliau pahami, Ayatullah Imam Khumaini menulis buku tentang rahasia shalat Sirrush Shalah dan Adabush Shalah. Ada juga buku yang menjelaskan tentang Jiwa dalam buku Syarah Hadis Junude Aql Wa Jahl.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun