Mohon tunggu...
Hany Ferdinando
Hany Ferdinando Mohon Tunggu... Ilmuwan - Penikmat buku dan musik yang suka tentang teknologi, psikologi, pendidikan, flora dan fauna, kebudayaan, dan hubungan antar manusia.

Belajar menulis dengan membaca, belajar kritis dengan menulis

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Perubahan Wajah Asuransi Pasca-Banjir Jakarta

3 Januari 2020   15:23 Diperbarui: 4 Januari 2020   18:01 739
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jumlahnya pasti jauh lebih besar daripada biaya penanggulangan banjir yang dihemat, eh, dipangkas maksudnya, sebesar 400M oleh Pemprov DKI pada APBD-P 2018. Oleh karena itu, program penanganan banjir di 2019 kemungkinan besar tidak maksimal.

Bagaimana dengan kerugian immaterial? Ini sulit sekali dihitung. Berapa korban jiwa yang telah terdata? Bagaimana dengan pendidikan anak-anak yang terbengkalai karena banjir? Bagaimana kerugian terkait dengan trauma? 

Ini belum termasuk matinya geliat ekonomi karena banjir. Pusat perdagangan pasti sepi dan tidak ada perputaran uang di sana. Belum lagi ribuan, bahkan ratusan ribu atau jutaan, pegawai yang tidak bisa masuk kerja karena kantornya dilanda banjir atau jalanan yang tidak dilalui.

Penerbangan yang dibatalkan tentu akan berdampak bagi mereka yang punya urusan penting di luar Jakarta.

Kerugian material bisa diperoleh ketika seseorang memiliki asuransi. Nilainya jelas tergantung dari kontrak awal polis.

Jumlahnya mungkin lebih kecil dari kerugian material yang sesungguhnya, tetapi masih ada yang menanggung. Buat mereka yang tidak memiliki asuransi hanya bisa gigit jari karena pasti Pemprov DKI tidak bersedia menanggungnya.

Perusahaan asuransi pailit gara-gara banjir?
Saya tidak tahu bagaimana perasaan perusahaan asuransi ketika hujan deras mulai mengguyur Jakarta dan persiapan menghadapi banjir juga terlihat seadanya. Apakah mereka mulai mengerahkan pegawainya untuk mulai menghitung potensi klaim yang mungkin akan dimasukkan?

Rasa khawatir itu kian memuncak tatkala beberapa daerah mulai terendam cukup dalam dan jumlahnya terus bertambah.

thebluediamondgallery.com
thebluediamondgallery.com
Jika semua penduduk di Jakarta dan sekitarnya punya asuransi, sepertinya akan banyak perusahaan asuransi yang mengajukan pailit. Jumlah klaim bisa melebihi kemampuan perusahaan yang didirikan berdasarkan analisis risiko ini. Dampak terbesar akan dialami oleh perusahaan asuransi yang kecil.

Ternyata penanganan banjir yang tidak profesional bisa berdampak besar bagi perusahaan asuransi. Ini yang mungkin terlewatkan dari pikiran Pemprov DKI Jakarta.

Apakah perusahaan asuransi bisa berkelit dengan menggunakan klausul Force Majeure? Ini akan menimbulkan perdebatan yang panjang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun