Mohon tunggu...
Hervina Putri
Hervina Putri Mohon Tunggu... 191910501073

Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Jember 2019

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Eksternalitas Industri Semen terhadap Kesejahteraan Masyarakat

21 Maret 2020   10:08 Diperbarui: 21 Maret 2020   14:54 477 1 1 Mohon Tunggu...

Eksternalitas adalah salah satu dampak yang timbul akibat aktivitas perekonomian. Eksternalitas dibagi menjadi dua yaitu, eksternalitas positif dan negatif. Jika suatu kegiatan ekonomi menimbulkan dampak positif eksternalitas, berarti kegiatan ekonomi tersebut dapat memberi keuntungan untuk masyarakat di sekitarnya. Begitupun sebaliknya, jika suatu kegiatan ekonomi menimbulkan dampak negatif, berarti ekonomi kegiatan tersebut memberi kerugian terhadap masyarakat di sekitarnya.

Contoh kasus yang terjadi di Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi yaitu dampak eksternalitas  dari  industri semen SCG Sukabumi beberapa tahun lalu. Dalam kasus ini, industri semen SCG memberikan dampak positif eksternalitas sekaligus memberikan dampak negatifnya juga. 

Dampak positifnya adalah dengan adanya industri ini dapat mengurangi angka pengangguran walaupun tidak signifikan. Industri semen SCG tentu akan menyerap banyak pekerja untuk industry barunya tersebut. Akan tetapi masyarakat tidak semua bekerja pada industry semen SCG. 

Hal ini disebabkan karena tingkatan pendidikan sebagian besar masyarakat di Desa Sirnaresmi hanya tamatan Sekolah Dasar dan tidak punya keterampilan khusus. 

Jadi, sebagian besar pekerja pabrik bukanlah masayarakat sekitar, masyarakat sekitar sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Masyarakat hanya memanfaatkan wilayah sekitar industri untuk bekerja sampingan, seperti membuka kafe, toko, dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan para pekerja di industri semen SCG.

Bentuk eksternalitas positif lainnya yang dapat dirasakan dalam segi penataan wilayah, adanya industri semen di Desa Sirnaresmi menyebabkan wilayah tertata baik dan area hijau meningkat. 

Alasannya karena pihak industri semen mulai melakukan penanaman pohon di area sekitar industri  maupun pada area terbuka lainnya. Kegiatan ini akan berdampak potif bagi masyarakat sekitar karena penanaman pohon baik untuk ekosistem lingkungan, penghasil oksigen, dan membuat suasana menjadi lebih sejuk.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, industeri semen mulai menampakkan dampak negatif untuk masyarakat di Desa Sirnaremi. Salah satunya adalah pencemaran lingkungan. Pencemaran adalah salah satu fenomena yang akan tetap ada karena akibat dari aktivitas ekonomi. 

Berdirinya industri semen di Desa Sirnaresmi memiliki dampak negatif eksternalitas yaitu menyebabkan kerusakan sungai dan mata air lainnya. Masyarakat sekitar saat ini tidak bisa menggunakan air sungai maupun air sumur untuk kebutuhan sehari -- hari karena kondisi air keruh. 

Maka dari itu, per kepala keluarga terpaksa dikenakan biaya sebesar 60.000 rupiah per bulan untuk kebutuhan air bersih sehari -- hari. Kondisi ini tentu sangat memberatkan, mengingat mata pencaharian masyarakat di Desa Sirnaremi mayoritas adalah petani yang tidak punya penghasilan tetap setiap bulannya. Lingkungan yang tercemar sangat mempengaruhi perekonomian di Desa Sirnaremi.

Tidak hanya itu, aktivitas industri semen SCG juga menyebabkan polusi udara dan udara menjadi panas. Banyak masyarakat yang mengeluh akan permasalahan ini. Memang pada awalnya pihak pabrik menggunakan alat penghisap debu untuk mengurangi polusi yang dilakukan rutin selama sebulan sekali. Akan  tetapi, saat ini pihak industri tidak melakukan pengisapan debu lagi tanpa alas an yang jelas. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x