Mohon tunggu...
Hermansyah Siregar
Hermansyah Siregar Mohon Tunggu... Administrasi - ASN

Menguak fakta, menyuguh inspirasi

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Renungan Blogger Pemula, Antara Kualitas atau Popularitas

3 April 2018   22:19 Diperbarui: 4 April 2018   11:59 1792
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi. (pixabay.com)

Selanjutnya, setelah JR tersandung masalah hukum, bagaimana dengan nasib likers-nya? Apakah mati suri karena sudah gak ada lapak? Ada beberapa kemungkinan menurutku sbb:

Pertama; mengasihani nasib JR dan mengikuti secara seksama perkembangan berita keberlanjutan kasusnya dan tak lupa membuat komentar dukungan pada JR sembari mengecam penguasa atau penegak hukum.

Kedua; mengasihani nasib JR dan mencari figur penulis baru yang sesuai dengan positioning keberpihakannya dan tentunya semakin mengobarkan hate speech bagi pihak lawan.

Ketiga; menjelma menjadi penulis amatiran dengan lagak sekelas seperti JR tapi rada hati-hati agar tidak bernasib sama dengan JR.

Keempat; menjadi pengamat media (aktivis medsos pasif) dan menshare berita yang sesuai dengan aspirasi dan keterbelahan sikapnya sebagai keberlanjutan dampak kontestasi pemilihan tadi.

Kelima; ramai-ramai masuk ke dalam lapak DS dan bergelut dengan para likers-nya DS serta membully setiap postingan dan tulisan DS.

Nah.. poin kelima ini yang paling menarik. Dengan berkumpulnya likers dan haters dalam 1 medan juang (lapak) yang sama, maka DS mendapatkan barokah epicentrum atensi yang luar biasa di jagad maya. Setiap postingan tulisannya langsung menjadi goro-goro dan trending topic. Para likers dan haters segera menyambar dan bersahut-sahutan. Banyak yang membela, mendukung, memuji, mendoakan, mengagumi dan tak kalah banyak juga yang menunjukkan respon yang sebaliknya.

Walaupun DS sudah menurun kadar tulisannya, karena kehilangan sparring partner utama, namun lapak medsosnya malah semakin ramai. Cukup dengan tulisan 1 paragraf bahkan hanya menshare link berita dengan panjang komentar 1 kalimat saja, dalam sekejap kolom komentar, emoji, reshare post dari para kurcaci riuh rendah.

Apakah kondisi ini cukup menarik bagi DS sebagai seorang penulis. Aku rasa hati kecilnya akan berkata lain. Banyaknya likers maupun haters yang sebenarnya juga sebagai likers karena meramaikan lapak tulisannya bukanlah tujuan hakiki bagi seorang penulis tapi bagaimana agar substansi tulisannya dapat menjadi inspirasi yang menggugah bahkan mengubah pemikiran dan perilaku pembaca.

Beyond Popularity

Selama kurang lebih 6 bulan memperluas jangkauan pembaca melalui platform personal blog ternyata views pembacanya cukup lumayan sebanyak 2.916 untuk sekitar 60 tulisan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun