Mohon tunggu...
Heriyanto Rantelino
Heriyanto Rantelino Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Pemuda Papua Yang Menikmati Petualangan sebagai ASN Sekretariat Daerah Di Belitung Timur

ASN Belitung Timur, Traveler, Scholarship Hunter. Kontak 0852-4244-1580

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Artikel Utama

Gambaran Besaran Biaya Hidup di Papua ala Perantau Muda

7 Januari 2018   09:20 Diperbarui: 8 Juni 2018   09:48 18981
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

12. Biaya Makan di Warung

Jika di Sulawesi, kita masih bisa menemukan makanan seharga 10.000, namun di Timika,  harganya  paling 15.000/perporsi seperti Nasi telur, nasi kuning, bakso, nasi goreng. Untuk nasi ayam lapangan seharga 35.000 per porsi, nasi tempe penyet 20.000. Untuk kue jajajan pasar masih ditemukan harga 1000/buah. 

13. Cukur rambut Pria

Potong rambut di tukang cukur paling murah 35ribu. Jika mau di Barbershop dikenakan harga 50ribu lengkap dengan cuci dan pijatnya. Untuk masalah rambut, saya mempercayakan ke Timika Barbershop yang punya dua cabang. Ada di depan Mesjid Babusalam dengan tukang cukur andalanku bernama mas Saikul dan cabang dua ada di Jalan Budi Utomo depan Bank CIMB Niaga. 

Strategi Berhemat

Dari pengamatan saya, ada beberapa  kelengahan teman-teman perantau muda di Timika. Mereka tak memperhitungkan secara matang besaran pengeluaran selama sebulan sehingga belum cukup sebulan, mereka sudah kehabisan uang. 

Selidik punya selidik, adalah mereka kurang mengkalkulasi besaran pengeluaran tetap tiap bulan mulai dari biaya kost, makan, transportasi dan lain-lain.

Sebagai gambaran, sebagai tenaga honorer yang  punya gaji pas-pasan, saya mengatur keuangan saya seirit mungkin dengan rincian 500 ribu untuk biaya kost, 160 ribu untuk biaya kartu Halo, 80 ribu untuk biaya BPJS. Untuk biaya makan, saya masak nasi sendiri dan tinggal beli lauknya di warung.   Kebetulan saya juga bukan perokok dan gemar minum-minuman beralkohol sehingga pos pengeluaran saya tak terlalu banyak.

Pada akhirnya, Papua mengajarkan saya untuk mandiri mengatur keuangan saya semaksimal mungkin dan menekan nafsu untuk belanja hal-hal yang tak mendesak. Selamat merantau  dan hiduplah secara bijak di Kabupaten Mimika kawan-kawan muda sesama perantau.

Tambahan Informasi

1.Sebelum datang ke Timika, Papua, saya sarankan teman-teman untuk mengurus surat pindah penduduk dari kota asal ke Timika karena ketika di sini segala sesuatu yang berurusan dengan urusan pekerjaan harus punya KTP yang dikeluarkan Dinas Kependudukan Mimika termasuk didamnya urus pembukaan rekening, kartu kuning, kelengkapan pengurusan di kepolisian (SKCK dan SIM)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun