Mohon tunggu...
Hera Veronica Sulistiyanto
Hera Veronica Sulistiyanto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pemuisi Jalanan

Pecandu Senja | Pemabuk Puisi | Penikmat Kopi | Pemahat Aksara | Pecinta Musik Cadas 😎🤘

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tabir Getir di Rimba Raya Hidup

13 Agustus 2021   09:30 Diperbarui: 13 Agustus 2021   11:13 143 20 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Tabir Getir di Rimba Raya Hidup
Source: Mio Cade@Flickr com

Tabir Getir di Rimba Raya Hidup

Sorot mata menerawang jauh berkelebat
hasrat di antara denyut nadi harap
ini kali kesekian aku dipaksa
membunuh ingin

Membenamkan bayi-bayi mimpi dan
tikam anak-anak pengharapan
disuapi oleh angan hingga
hari ke hari membesar

Barulah tumbuh kulit ari dalam diri
sudah harus dikeset kembali
ngilu bukan kepalang
mimpi terbuang

Dikulitinya hasrat yang dimilki lenyap
bersama tipis kepulan kelabu
hingga menjadi sekedar
remah-remah debu

Membuat acapkali melucuti serta
menelanjangi pakaian ingin
hingga polos tanpa sehelai
serat-serat benang

Memahat dekil di antara jarum waktu
di antara kuku-kuku pilu seraya
ucap hatinya lirih berkata
aku yang selalu kalah

Tatkala bertaruh dengan dadu Tuhan
sungguh aku tak ingin menjadi
seorang pecundang hanya
terdiam dan bungkam

Mataku masih menerawang manatap
langit angan yang nyaris runtuh
dinding harap yang rengat
serta asa kian samar

Ingin kubeli mimpi dengan bulir-bulir
keringat sendiri dengan untaian
rapalan doa seiring ayat-ayat
lelah menggedor daksa

Di sela-sela tabir getir memahat dalam
sejumput belantara semak belukar
pada liar rimba raya hidup
memahat takdir getir

***
Hera Veronica Sulistiyanto
Jakarta 13/08/2021

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan