Mohon tunggu...
Hennie Triana Oberst
Hennie Triana Oberst Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penyuka traveling dan budaya

Kompasianer Jerman || Best in Citizen Journalism Kompasiana Awards 2023

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Corona Musim Gugur di Jerman: Vaksinasi dan Tetap Wajib Masker

1 Oktober 2022   06:05 Diperbarui: 1 Oktober 2022   20:40 822
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sementara di dalam ruang publik lainnya pemakaian masker berlaku secara sukarela. Hanya saja, belakangan ini saya perhatikan mulai banyak warga yang kembali mengenakan masker saat berbelanja di supermarket. Barangkali jika dianggap perlu, kewajiban masker di semua ruang publik bisa diberlakukan kembali.  

Vaksinasi

"Sudah divaksinasi lengkap, tapi masih kena juga. Mending nggak usah divaksin sama sekali." Ada yang mengeluh begitu. Padahal, mendapat vaksin bukan berarti seseorang akan kebal dan tidak tertular virus. 

Vaksinasi adalah langkah yang penting untuk keluar dari pandemi dan untuk menyelamatkan nyawa. Semakin banyak orang mendapat vaksin, semakin sedikit virus menyebar dan semakin banyak penyakit parah yang berakibat fatal dapat dicegah. 

Komite Tetap Vaksinasi (Stiko) RKI merekomendasikan vaksinasi booster kedua (vaksin ke-4) untuk semua orang yang berusia 60 tahun ke atas. Hingga saat ini sekitar 62 persen warga Jerman telah mendapatkan booster pertama. Secara umum, booster kedua ini dapat dilakukan 6 bulan setelah booster pertama atau setelah terinfeksi covid.

Menurut Stiko, vaksin mRNA harus digunakan untuk booster kedua, yaitu vaksin dari Biontech atau Moderna. Vaksin baru yang disesuaikan dengan varian virus omicron BA.4 dan BA.5 juga telah disetujui peredarannya di Jerman.

(Vaksin mRNA adalah jenis vaksin yang menggunakan komponen materi genetik yang direkayasa agar menyerupai virus tertentu. Dengan demikian, vaksin ini dapat memicu reaksi kekebalan tubuh layaknya virus yang dilemahkan pada vaksin umumnya.) - Alodokter.com

Rekomendasi booster kedua juga berlaku untuk usia di bawah 60 tahun. Misalnya, tenaga kesehatan, mereka yang bekerja dan berhubungan dengan banyak orang, serta kelompok berisiko. 

Lebih lanjut, rekomendasi booster kedua ini tidak berlaku jika seseorang telah mendapat booster pertama dan pernah tertular Covid19. Menurut Stiko, vaksinasi dan penyakit dianggap sebagai "peristiwa imunologis". Akan tetapi, selalu ada pengecualian bagi kelompok berisiko dan orang lanjut usia.

Saya akan tanya dokter umum keluarga, apakah boleh mendapatkan booster kedua, meskipun termasuk kelompok yang tidak direkomendasikan. Jika memang tidak dianjurkan, mungkin saya akan vaksinasi flu saja, seperti yang rutin dilakukan setiap tahun.

Semoga kita semua sehat selalu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun