Mohon tunggu...
Hennie Triana Oberst
Hennie Triana Oberst Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penyuka traveling dan budaya

Kompasianer Jerman || Best in Citizen Journalism Kompasiana Awards 2023

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Brewery Warisan Jerman dan Cara Unik Minum Bir di Qingdao, China

30 Juli 2020   14:31 Diperbarui: 7 Januari 2021   03:12 502
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jalan-jalan kami ke kota Qingdao tepat di masa liburan sekolah yang panjang, summer atau musim panas. Matahari cukup terik, tetapi tadi hujan turun walaupun sebentar dan angin yang berhembus cukup membuat acara jalan-jalan lebih nyaman.

Kami memang suka dengan wisata kota, lebih santai untuk dilakukan, dan lebih banyak (menurut saya) tempat yang dilihat, juga banyak pengalaman yang didapat terkait kebiasaan masyarakat setempat.

Wisata keluar masuk museum memang bukan prioritas kami, kecuali museum yang berbeda dan sangat istimewa. Ada museum-museum yang membuat pengunjungnya betah dan ingin berlama-lama di dalamnya, ada juga yang terkesan sangat membosankan.

Di kota tua Qingdao dan sekitarnya banyak terdapat rumah makan dan kafe mungil. Saya suka memasuki tempat-tempat seperti ini, terkesan sangat nyaman. Sebentar mampir di sini, sebentar di sana adalah hal yang saya sukai jika menyusuri kota. Kami memasuki satu kafe di sudut jalan, sangat mungil, hanya terdapat dua meja kecil di lantai bawah. Setelah memesan jus buah dingin, kami bertanya pada pekerja di kafe, apakah boleh kami naik ke lantai atas.

"Ya, boleh. Tapi tidak ada AC di ruang atas," begitu mereka menjawab.

Kami memang tidak mencari ruangan dengan pendingin udara. Kafe ini kami pilih karena dari luar tampak jendelanya terbuka lebar. Kami menuju meja yang letaknya tepat di depan jendela. Hanya meja ini satu-satunya yang bisa digunakan untuk lebih dari dua orang pengunjung. Di sudut ruangan terletak satu meja bundar mini. Kafe yang sangat mungil.

Gerimis turun, dari jendela kami bisa bebas memandang ke luar. Tampak orang berjalan dengan menggunakan payung. Tetapi ada juga yang melenggang tanpa penutup kepala, seolah-olah tidak ada hujan sama sekali. Sejenak rehat di sini, sambil melepas penat setelah berjalan-jalan beberapa kilometer.

Tsingtao Brauerei warisan Jerman

Penggemar minuman bir pasti tahu bahwa di kota Qingdao terdapat pabrik yang memproduksi bir dengan nama Tsingtao, sesuai nama kota ini. (Qingdao adalah penulisan resmi nama kota ini sesuai dengan Pinyin*).

Jerman mini yang berada di kota Qingdao ini sepertinya tidak lengkap tanpa brewery atau Brauerei sebutannya dalam bahasa Jerman, yaitu satu tempat atau pabrik yang memproduksi minuman bir.

Tahun 1903 di kota Qingdao didirikan pabrik bir dengan nama Germania Brauerei. Resep dan proses pembuatannya juga sesuai dengan standar tradisional pembuatan bir di Bavaria - Jerman, yang mematuhi aturan hukum kemurnian bir tahun 1516.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun