Mohon tunggu...
hendra setiawan
hendra setiawan Mohon Tunggu... Freelancer - Pembelajar Kehidupan. Penyuka Keindahan (Alam dan Ciptaan).

Merekam keindahan untuk kenangan. Menuliskan harapan buat warisan. Membingkai peristiwa untuk menemukan makna. VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Guruku, Teladanku

25 November 2021   17:00 Diperbarui: 25 November 2021   17:09 653
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hari ini, 25 November, diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Walaupun gaungnya tak sebesar Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei, namun banyak kawan di media sosial yang memberikan ucapan selamat dalam linimasanya. Ada pula yang membuat twitbbon alias unggahan foto dengan menggunakan bingkai menarik.

Guru memang menjadi sosok kenangan yang patut dihargai. Jasa mereka dalam memberikan pendidikan dan pengajaran selama duduk di bangku sekolah, punya andil besar hingga seseorang bisa memperoleh cita-citanya.

Jika merujuk pengertian UU No. 14 tahun 2005, membedakan antara profesi guru dan dosen.

  • Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,  mengajar,  membimbing,  mengarahkan,  melatih, menilai,  dan mengevaluasi  peserta  didik  pada  pendidikan anak  usia  dini  jalur  pendidikan  formal,  pendidikan  dasar, dan pendidikan menengah. 
  • Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Kata "Profesional" dalam kedua term di atas sendiri dimaksudkan  adalah pekerjaan  atau  kegiatan  yang  dilakukan oleh  seseorang dan  menjadi  sumber  penghasilan  kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang  memenuhi  standar mutu  atau  norma  tertentu  serta memerlukan pendidikan profesi.


Guru Non Pendidik

Tentu dalam praktik hidup, pengertian "Guru" tak selalu hadir dalam lingkungan yang formal seperti pengertian di atas. Guru juga bisa ditujukan kepada orang tua sendiri atau orang lain yang juga bisa memberikan nilai keteladanan pada seseorang. 

Siapapun yang bisa memberikan nilai dan inspirasi; yang mampu mengubah cara pikir dan cara pandang seseorang menjadi lebih baik. Dia pun bisa disebut sebagai "guru". Termasuk barangkali dalam arti lebih luas adalah para "penulis" yang konsisten mampu memberikan semangat, motivasi, pencerahan, dan inspirasi pada pembaca lewat karyanya.

Seperti halnya akronim bahasa Jawa sebagai orang yang bisa "digugu lan ditiru" (dipercaya dan diikuti/diteladani). Mereka yang tidak hanya bisa memberikan pelajaran secara kognitif (pengetahuan atau pelajaran ilmu dan logika pada umumnya) Namun juga bisa memberikan pendidikan secara moral, etika, integritas, dan karakter yang positif.  

Tak salah juga karena itu, salah satu tokok pendidikan yang lekat dengan Perguruan Taman Siswa, Ki Hajar Dewantara juga punya pemahaman yang lebih luas soal dunia pendidikan. "Semua Orang Murid, Semua Orang Guru, dan Semua Tempat Sekolah."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun