Mohon tunggu...
Harry Darmawan Hamdie
Harry Darmawan Hamdie Mohon Tunggu... Relawan - Pekerja Sosial, Pol PP dan Seorang Ayah

Belajar, Bermain, Bekerja, Beribadah, Berbahagia, Bermanfaat untuk sesama. Inisiator Komunitas Beras Berkah di Muara Teweh Kalteng dan Ketua Yayasan Beras Berkah Muara Teweh. PNS di Kab. Barito Utara dari tahun 2005. Sejak 2021 ditempatkan di Sat.Pol PP dan Damkar sebagai Kabid Penegakan Perda. Ayah dari 3 orang anak.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pelajaran Kecil dari Jepang

27 November 2022   08:15 Diperbarui: 27 November 2022   14:36 154
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto Sampul buku Goodbye things Fumio Sasaki

Sejak kemenangan Jepang atas Jerman, saya mencari cari topik apa yang bisa ditulis tentang Jepang. Tapi sudah didahului banyak Kompasianer lain.

Setelah direnungkan dan dipaksa-paksakan mungkin ada beberapa hal yang perlu kita ambil pelajaran dari jepang bukan hanya kemenangannya, besok besok ya bisa kalah juga. Keseharian orang Jepang juga menarik untuk dicermati.

Jepang memang memberi kejutan di Piala Dunia dengan mengalahkan Jerman, kejutan itu tentu bukan asal kejutan, tapi berasal dari sistem liga yang baik, akademi sekolah bola yang tertata, sehingga banyak pemain bola Jepang yang bermain di liga utama negara eropa.

Di Indonesia liganya kebanyakan drama dan politik- malas ah komen.

Bagian menarik lagi tentang Jepang adalah tentang suporter jepang yang mengumpulkan sampah di stadion selesai pertandingan, emejing kan? Keajaiban yang berangkat dari budaya Jepang yang Seiri (ringkas), Seiton (rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (rawat), shitsuke (rajin). Urusan rapi, bersih, disiplin, jepang bisa jadi tempat kita berguru.

Sementara di tempat kita, sungai aja kadang di anggap bak sampah raksasa, dan tempat penampungan akhirnya di samudera. Di tempat saya aja kalo ada kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, astaga bekas botol minuman kemasan bertebaran kemana-mana. Bahkan di tempat wisata sampah bungkus makanan dan minuman berjaya tak terurus.

Menurut hemat kami penerapan sanksi terhadap orang yang membuang sampah harus diterapkan, kalo belum menjadi budaya harus dipaksa dahulu.

Salah satu pemain Jerman menunjukan gestur berlari yang menganggap remeh pemain Jepang, karma kemudian kalah. Salah satu budaya Jepang adalah menghormati orang dan tidak ingin mengganggu orang lain.

Misalnya memakai masker ketika sakit flu, ketika pandemi salah satu faktor pengendali covid di jepang adalah adalah budaya jepang yang suka memakai masker sejak dahulu terutama pada musim panas dan musim flu.

Selama 2 tahun lebih dipaksa paksa protokol kesehatan bermasker ternyata kebiasaan memakai masker tidak juga menjadi budaya. Ketika pemerintah melonggarkan peraturan bermasker, masyarakat kita serasa bebas dari penjara, euforia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun