Mohon tunggu...
Harmen Batubara
Harmen Batubara Mohon Tunggu... Penulis Buku

Suka diskusi tentang Pertahanan, Senang membaca dan menulis tentang kehidupan, saya memelihara blog wilayah perbatasan.com, wilayahpertahanan.com, bukuper batasan .com, harmenbatubara.com, bisnetreseller.com, affiliatebest tools.com; selama aktif saya banyak menghabiskan usia saya di wialayah perbatasan ; berikut buku-buku saya - Penetapan dan Penegasan Batas Negara; Wilayah Perbatasan Tertinggal&Di Terlantarkan; Jadikan Sebatik Ikon Kota Perbatasan; Mecintai Ujung Negeri Menjaga Kedaulatan Negara ; Strategi Sun Tzu Memanangkan Pilkada; 10 Langkah Efektif Memenangkan Pilkada Dengan Elegan; Papua Kemiskinan Pembiaran & Separatisme; Persiapan Tes Masuk Prajurit TNI; Penyelesaian Perselisihan Batas Daerah; Cara Mudah Dapat Uang Dari Clickbank; Rahasia Sukses Penulis Preneur; 7 Cara menulis Yang Disukai Koran; Ketika Semua Jalan Tertutup; Catatan Blogger Seorang Prajurit Perbatasan-Ketika Tugu Batas Digeser; Membangun Halaman Depan Bangsa; Pertahanan Kedaulatan Di Perbatasan-Tapal Batas-Profil Batas Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Karir

Setiap Asa Bertabur Nikmat: Para Pendekar Kemiskinan

14 Juni 2021   10:53 Diperbarui: 27 Juni 2021   10:42 52 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Setiap Asa Bertabur Nikmat: Para Pendekar Kemiskinan
Setiap Asa Bertabur Nikmat-wilayahperbatasan.com

Setiap Asa Bertabur Nikmat  Para Pendekar Kemiskinan Yang MengInspirasi

Kemiskinan sebenarnya memberikan Manfaat besar bagi yang bisa mengambil manfaatnya.  Meskipun miskin itu sesuatu yang tidak enak, tetapi ia mampu memberikan manfaat yang tidak ternilai harganya. Sesungguhnya, sungguh menarik kalau kita meng eksplore kehidupan manusia yang merasa kurang beruntung. Manusia-manusia miskin. Pengalamanku mengatakan menjadi Miskin itu sesungguhnya adalah sebuah Kesempatan. Karena tidak semua orang bisa merasakannya. Boleh dikatakan hampir semua manusia bisa melewatinya. Tapi kenapa mereka tetap miskin? Ya itulah persoalannya. Karena mereka ternina bobokkan oleh kemiskinan itu sendiri. Mereka jadi terlena. Mereka tidak mencari jalan keluar dari kemiskinan itu. Sebagian dari mereka, memang karena tidak tahu jalannya. Mereka memang tidak tahu jalan kehidupannya. Sehingga mereka seolah-olah terlihat tidak punya Mau. Tidak jelas apa Maunya. Manusia yang tersesat ke kehidupan yang TIDAK DIA INGINI. Mereka bisa jadi lupa. Kita mencoba mengingatkan, bahwa Dunia ini sudah lama ada dan jutaan ragam kehidupan sudah pernah ada dan sudah dirasakan oleh umat umat sebelumnya. Jadi menjadi miskin itu bukanlah hanya milik kita saja, bukan hanya milikmu saja, miskin itu universal ada dimana-mana. Contoh orang sukses dan kaya sangat banyak, malah banyak sekali. Begitu juga contoh orang-orang miskin jumlahnya jauh lebih banyak lagi. Kau tinggal milih seperti orang mana yang kau sukai. Orang kaya seperti apa impianmu. Maka contohlah ia. Bangun kehidupan barumu seperti ia membangun kekayaannya. Tentu tidak bisa sama persis, tetapi percayalah kalau kau mencobanya, nikmatnya akan kau rasakan. Pada kesempatan ini, kita  akan memotivasimu untuk MELAKUKAN ASA, untuk melakukan sesuatu upaya untuk menjadikan hidupmu bisa kaya atau senang. Kalau kau sudah berada pada jalan yang benar, maka dalam prosesnya saja kau sudah bisa menikmati kebahagiaannya. Lebih lagi kalau sudah berhasil. Senangnya full.

Hidup bahagia dan sejahtera dimulai dari keberhasilan menemukan TUJUAN HIDUP & menikmati PANGGILAN kehidupan sepenuh hati. Untuk itu kau perlu menemukan dan mendeklarasikan Apa sebenarnya Tujuan HidupMu. Dapatkah kau memadukan  atau menyelaraskan  KEINGINAN, MINAT, BAKAT, DAN TUJUAN HIDUP itu sendiri. Kalau kau bisa merumuskannya dan sekaligus mendeklarasikannya, maka itulah jalan mulus menuju kehidupan yang enak di dunia dan bahagia di akhirat. Percayalah.

Perjalanan hidup manusia melewati  berbagai fase. Dari mulai bayi yang hanya minum air susu ibu lalu tubuh menjadi anak-anak, remaja. Selanjutnya menjadi dewasa, tua dan diakhiri dengan meninggal. Proses ini tidak berjalan sama antara satu orang dengan yang lainnya. Kematian akan datang kapan saja menjemput manusia dan tidak mengenal usia. Sebagian meninggal malah ketika masih dalam kandungan, ada juga pada saat masih bayi, sebagian lagi saat masa anak-anak, sebagian yang lain ketika sudah remaja dan dewasa, sebagian lainnya ketika sudah tua bahkan sudah lama jadi pikun.

Banyak orang lalai tentang DIRINYA SENDIRI, tidak tahu tentang bakat alaminya, tentang tujuan hidup atau cita-citanya dan hanya menjalaninya begitu saja. Padahal mengetahui tujuan hidup serta tahu bakat bawaannya punya peran penting bagi keberhasilan hidup itu sendiri. Bukan hanya mencari harta, mencari pasangan, dan meraih cita-cita.Tujuan hidup manusia memiliki esensi lebih dari itu. Salah satu tujuan hidup yang populer adalah menjadi bahagia. Sudah pasti semua manusia ingin merasakan kebahagiaan. Perasaan bahagia itulah yang selama ini membuat manusia mampu bertahan hidup. Untungnya Bahagia itu ada dimana-mana artinya dia bukan milik orang kaya saja tetapi bisa juga dinikmati orang miskin. Untuk bisa mencapai tujuan hidup seperti bahagia, manusia akan dihadapkan dengan banyak pilihan. Pilihan  yang mampu menunjukkan jalan manusia menemukan tujuan hidupnya seperti meraih kebahagiaan dalam hidup. Kebahagiaan setiap manusia di dunia berbeda-beda. Tetapi setiap upaya untuk mencapai tujuan hidup itu bila dilakukan dengan benar, maka dalam prosesnya saja sudah bisa dirasakan nikmatnya. Setiap Asa Bertabur Nikmat.

Mari saya perkenalkan sebagaian dari pendekar Kemiskinan itu. Saya suka Dahlan Iskan. Saya suka bukan karena keberhasilannya membangun Jawa Pos, atau karena keberhasilannya di dunia bisnis hingga jadi Menteri Negara. Dari penglihatan saya itu semua adalah efek samping dari keberhasilannya "menuntaskan kemiskinan" yang menderanya sejak lahir. Pergumulannya dengan kemiskinan berlangsung sejak dia lahir hingga menjadi "reporter" surat kabar lokal di Samarinda. Bayangkan, meski masih sebagai Reporter, tapi ia berhasil tercatat sebagai mahasiswa di dua universitas, IAIN dan Univ 17 Agustus dan juga berumah tangga.

Kemiskinan telah membuatnya bisa melihat dunia apa adanya. Kalau kau berusaha pasti ada hasilnya. Hasilnya? Ya tergantung kualitas usahamu. Kemiskinan telah membuatnya bisa memanfaatkan Kain Sarung menjadi sesuatu yang luar biasa. Dahlan kecil  sudah biasa dengan CUCI KERING. Maksudnya cuci dan tungguin hingga kering. Kalau lagi mencuci baju, sarung bisa dikemulkan pada badan atasnya. Kalau lagi mencuci celana, sarung bisa dijadikan bawahan. Kalau lagi cari sisa-sisa panen kedelai sawah  tetangga, sarung itu bisa dijadikan karung. Kalau perut lagi lapar dan dirumah tidak ada makanan, sarung bisa diikatkan erat-erat dipinggang jadilah dia pengganjal perut yang bersahabat. Kalau mau sholat jadilah dia benda yang penting untuk menghadap Tuhan. Kalau lagi kedinginan, jadilah dia selimut. Kalau sarung itu sobek masih bisa dijahit. Kalau ditempat jahitan itu robek lagi, masih bisa ditambal. Kalau tambalanya pun robek, sarung itu belum juga akan pensiun. Masih bisa dirobek sesuai kebutuhan. Bagian yang besar bisa digunakan sebagai sarung bantal dan bagian yang kecil bisa dijadikan popok bayi.

Dahlan telah selesai dengan kemiskinannya. Pengalaman telah memberinya segalanya, yakni keyakinan. Masa-masa tahun 1975 an, adalah masa-masa kehidupan Koran,  kegiatan jurnalisme dan KORAN KAMPUS tumbuh subur. Suatu masa yang memungkinkan "munculnya" anak-anak muda ke panggung nasional. Semua semangat menyatu di sana, ada aroma perjuangan, aroma profesionalisme, ada uang dan ada ketenaran. Setahun kemudian Dahlan sudah kembali ke Surabaya dan menjadi wartawan Tempo. Ia menemukan dunianya di sana. Sejak saat itu keberhasilan demi keberhasilan dia capai, nggak ada redupnya. 

Sejatinya. Tujuan hidup manusia dapat memandu jalan untuk menemukannya, memengaruhi perilaku, memotivasi diri, memilih arah, bersabar dan memperkuat kemampuan diri. Tujuan hidup akan semakin bermakna kalau kita juga bisa mengetahui kekuatan alami yang kita punya. Kekuatan yang berupa bakat bawaan. Sayangnya, baik bakat bawaan maupun Tujuan Hidup jarang sekali jadi pertimbangan utama dalam usaha manusia. Malah banyak yang abai akan hal itu dan cenderung berpikir "bagaimana Nantinya sajalah". Bagi sebagian orang, tujuan hidup terhubung dengan panggilan hati, pekerjaan yang dia senangi, serta sesuai dengan bakat bawaannya. Tentu saja hasilnya akan berbeda  serta memungkinkannya memperoleh hasil yang membuat dia bisa bertahan dan berkembang. Karena ia merasa diberikan kehidupan yang berkecukupan hanya dengan berbuat sesuatu yang ia senangi. Ia tidak pernah merasa bosan tetapi sebaliknya menikmati pekerjaannya sepenuh hati.

Dalam kehidupan, ada baiknya anda melihat Tujuan Hidup dari sisi Prinsip  Pareto[1]. Maksudnya hukum Pareto,  banyak orang yakin adanya hubungan sebab akibat yang sangat erat antara hukum tersebut dengan kehidupan manusia. Pareto sendiri yakin bahwa konsep 80/20 bisa menjadi sebuah nilai hidup bagi manusia. Sebagai ilustrasi, percayakah anda bahwa 80% dari kesuksesan yang telah atau akan Anda peroleh merupakan hasil dari 20% usaha Anda selama ini. Artinya adalah ada 20% dari tindakan dan pemikiran dalam HIDUP KITA yang harus lebih dioptimalkan lagi untuk mendapatkan 80% keberhasilan. Ada 20% dari waktu dalam hidup kita yang harus lebih dimaksimalkan, karena dari 20% waktu itulah tersembunyi 80% kesuksesan dalam hidup kita.

Secara sederhana, Hukum Pareto mengajak kita untuk lebih mempertajam intuisi dan mencari 20% usaha tersebut. Bayangkan efektifitas waktu, tenaga, fikiran yang bisa kita peroleh jika kita berhasil menemukan 20% sebab tersebut. Kemudian kita bisa memaksimalkannya untuk mencapai 80% kesuksesan dalam Tujuan Hidup kita. Yah... Begitu Saja Dahulu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN