Mohon tunggu...
Hana FadhilahMulyaningtiyas
Hana FadhilahMulyaningtiyas Mohon Tunggu... Hai

99line

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Mengisi Libur dengan Belajar dan Berkeliling Seharian di Oisca Training Center Sukabumi

15 Mei 2019   20:52 Diperbarui: 15 Mei 2019   20:54 0 0 0 Mohon Tunggu...
Mengisi Libur dengan Belajar dan Berkeliling Seharian di Oisca Training Center Sukabumi
sumber:Oisca-training.org

Oisca Training Center Sukabumi adalah salah satu Lembaga yang menggeluti di bidang pertanian secara organik asal Jepang yang memiliki banyak cabang. Salah satu cabang pusat di Indonesia berada di Kampung Cimenteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.  Pengunjung yang datang bisa belajar dalam satu hari penuh atau mendaftar menjadi murid di OISCA selama 9 bulan lamanya. Kocek yang dibutuhkan untuk belajar bertani selama satu hari yakni sebesar Rp 50.000, dengan biaya tersebut pengunjung sudah bisa berkeliling OISCA dan makan siang di kantin OISCA, sementara biaya untuk mendaftar menjadi murid hanya dikenakan biaya peralatan masing -- masing saat praktik nantinya. 

Tujuan yang pertama adalah pengunjung akan diberi ilmu serta diajarkan bagaimana caranya membuat pupuk. Dimana pupuk -- pupuk organik ini merupakan campuran dari berbagai jenis bahan organik. Setelah melewati berbagai proses, selanjutnya pupuk dibawa keruang penyemaian. Diruangan ini para petani dan murid bisa menentukan berapa presentase keberhasilan tanaman nantinya ketika dilapangan, melalui wadah kecil khusus yang sudah di masuki oleh pupuk organik dan ditambahi bibit tanaman. 

Apabila bibit dalam ruang penyemaian berhasil tumbuh baik, maka selanjutnya akan dimulai proses penanaman di lapang. Saat ini tanaman yang di kembangkan oleh OISCA adalah tanaman buah jenis melon MAI (Melon Asli Indonesia) dan Luna. Oisca sendiri terkenal akan hasil buah melonnya ini. Setelah selesai mengenyam ilmu langsung dilapang tadi selanjutnya pengunjung dapat makan siang di kantin OISCA yang terletak di sebelah lapang. 

Beberapa teknik yang diajarkan oleh para pelatih disini merupakan hasil adaptasi teknik para petani di Jepang yang terbukti lebih bagus dan hemat energi. Sementara untu murid yang mendaftar selama 9 bulan tadi selain mendapatkan ilmu dan pengalaman bertani, para murid disini juga belajar Bahasa Jepang, sehingga setelah selesai pelatihan mereka bisa meneruskan beasiswa setelah tahap penyeleksian ke Jepang selama 3 sampai 5 tahun lamanya.